Perang Politik KMP & Pro Jokowi perlu Jalan Tengah
Jum'at, 26 September 2014 - 19:35 WIB
Perang Politik KMP & Pro Jokowi perlu Jalan Tengah
A
A
A
JAKARTA - Perang politik Koalisi Merah Putih (KMP) dengan kubu presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi), perlu ada jalan tengah.
"Celakanya pertarungan politik bergeser pada hal yang tidak substansial," kata pengamat politik Karyono Wibowo di Galeri Kafe, Cikini, Jakarta, Jumat (26/9/2014).
Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI) ini menjelaskan, pertarungan politik sudah keluar dari ideologis dan bertujuan untuk merebut kekuasaan bahkan pertarungan dengan mengabaikan etika.
"Kita lihat di parlemen, soal UU MD3 dan RUU Pilkada yang baru disahkan semalam, omong kosong bertujuan untuk rakyat. Ini adalah kemunafikan dan bentuk ketidakkonsistenan," ucapnya.
Pengamat politik dari Lingkaran Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menambahkan, dalam negara demokrasi, harus ada kelompok yang berada di luar pemerintahan.
"Saya merasa bahwa Koalisi Merah Putih ini penting, tapi motivasinya harus bukan karena niat balas dendam," ungkapnya.
Menurut dia, oposisi bukan berarti buruk, namun bertujuan untuk menumbuhkan dialektika. "Namun harapan saya adalah basisnya bukan karena motif sakit hati dan balas dendam," ujarnya.
"Celakanya pertarungan politik bergeser pada hal yang tidak substansial," kata pengamat politik Karyono Wibowo di Galeri Kafe, Cikini, Jakarta, Jumat (26/9/2014).
Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI) ini menjelaskan, pertarungan politik sudah keluar dari ideologis dan bertujuan untuk merebut kekuasaan bahkan pertarungan dengan mengabaikan etika.
"Kita lihat di parlemen, soal UU MD3 dan RUU Pilkada yang baru disahkan semalam, omong kosong bertujuan untuk rakyat. Ini adalah kemunafikan dan bentuk ketidakkonsistenan," ucapnya.
Pengamat politik dari Lingkaran Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menambahkan, dalam negara demokrasi, harus ada kelompok yang berada di luar pemerintahan.
"Saya merasa bahwa Koalisi Merah Putih ini penting, tapi motivasinya harus bukan karena niat balas dendam," ungkapnya.
Menurut dia, oposisi bukan berarti buruk, namun bertujuan untuk menumbuhkan dialektika. "Namun harapan saya adalah basisnya bukan karena motif sakit hati dan balas dendam," ujarnya.
(maf)