Jelang Vonis, Rumah Ibunda Anas Mendadak Tertutup Rapat
Rabu, 24 September 2014 - 17:31 WIB
Jelang Vonis, Rumah Ibunda Anas Mendadak Tertutup Rapat
A
A
A
BLITAR - Jelang putusan sidang vonis Anas Urbaningrum, rumah Sriyati (70), ibunda Anas di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar mendadak tertutup rapat.
Tidak terlihat satupun anggota keluarga yang berada di rumah. Agus Nasrudin, kakak kandung Anas yang sebelumnya menjadi juru bicara keluarga juga tidak berada di tempat.
"Tadi pamitnya mau menjemput anaknya yang sekolah di Kota Blitar. Tapi sekarang kok belum kembali," ujar Paman Anas Urbaningrum, Muanam kepada wartawan di Blitar, Rabu (24/9/2014) sore.
Kerabat dari pihak almarhum Mugheni, ayah kandung Anas tersebut mengaku sudah berusaha mencari kunci rumah. Namun, di lokasi yang biasanya menjadi tempat persembunyian kunci yang dicari tidak ada.
"Soalnya saya juga tidak dititipi. Biasanya juga ditaruh di tempatnya. Namun tadi saya cek tidak ada, "tuturnya.
Sejak pagi ibunda Anas pergi meninggalkan rumah. Agus yang sempat ditemui pada pagi hari mengatakan, ibunya bertandang ke rumah kerabat.
Sementara Kholisul Fikri, adik bungsunya yang bekerja sebagai PNS di DPRD Kabupaten Blitar sedang orientasi ke Surabaya. Sedangkan adiknya yang lain, Anna Luthfie, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur mendampingi Anas di Jakarta.
"Kholis (Kholisul Fikri) hari ini ke Surabaya selama tiga hari," terang Muanam.
Karena dalam keadaan terkunci itu, Muanam dan keluarga memilih memantau jalanya persidangan melalui siaran televisi di rumahnya sendiri.
"Di sini ini rumah buyutnya Anas dari pihak ibu. Kemarin keluarga gelar doa bersama," tutur Muanam menjelaskan sejarah tempat tinggalnya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah ibunda Anas Urbaningrum.
Hingga kini keluarga meyakini Anas hanya menjadi korban politik. Karenanya harapan satu-satunya keluarga adalah Hakim Tipikor menjatuhkan vonis bebas.
"Kalau harapan keluarga sudah jelas. Kami berharap Anas bebas," pungkasnya.
Tidak terlihat satupun anggota keluarga yang berada di rumah. Agus Nasrudin, kakak kandung Anas yang sebelumnya menjadi juru bicara keluarga juga tidak berada di tempat.
"Tadi pamitnya mau menjemput anaknya yang sekolah di Kota Blitar. Tapi sekarang kok belum kembali," ujar Paman Anas Urbaningrum, Muanam kepada wartawan di Blitar, Rabu (24/9/2014) sore.
Kerabat dari pihak almarhum Mugheni, ayah kandung Anas tersebut mengaku sudah berusaha mencari kunci rumah. Namun, di lokasi yang biasanya menjadi tempat persembunyian kunci yang dicari tidak ada.
"Soalnya saya juga tidak dititipi. Biasanya juga ditaruh di tempatnya. Namun tadi saya cek tidak ada, "tuturnya.
Sejak pagi ibunda Anas pergi meninggalkan rumah. Agus yang sempat ditemui pada pagi hari mengatakan, ibunya bertandang ke rumah kerabat.
Sementara Kholisul Fikri, adik bungsunya yang bekerja sebagai PNS di DPRD Kabupaten Blitar sedang orientasi ke Surabaya. Sedangkan adiknya yang lain, Anna Luthfie, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur mendampingi Anas di Jakarta.
"Kholis (Kholisul Fikri) hari ini ke Surabaya selama tiga hari," terang Muanam.
Karena dalam keadaan terkunci itu, Muanam dan keluarga memilih memantau jalanya persidangan melalui siaran televisi di rumahnya sendiri.
"Di sini ini rumah buyutnya Anas dari pihak ibu. Kemarin keluarga gelar doa bersama," tutur Muanam menjelaskan sejarah tempat tinggalnya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah ibunda Anas Urbaningrum.
Hingga kini keluarga meyakini Anas hanya menjadi korban politik. Karenanya harapan satu-satunya keluarga adalah Hakim Tipikor menjatuhkan vonis bebas.
"Kalau harapan keluarga sudah jelas. Kami berharap Anas bebas," pungkasnya.
(kri)