Romi Resmi Laporkan Kubu SDA ke Polda
Rabu, 17 September 2014 - 18:27 WIB
Romi Resmi Laporkan Kubu SDA ke Polda
A
A
A
JAKARTA - Sekjen PPP Romahurmuziy memenuhi janjinya melaporkan kubu Suryadharma Ali (SDA) ke Polda Metro Jaya. Ia mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan pendudukan Kantor Pusat PPP yang beralamat di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
"Saya datang mau melaporkan adanya pendudukan Dewan Pimpinan Pusat oleh sejumlah orang yang tak dikenal dan ini dilakukan karena menerobos properti milik umat," katanya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/9/2014).
Romi datang dengan ditemani dua kuasa hukum dan beberapa pengurus partai. "Yang melapor itu DPP partai, bukan atas nama pribadi," tegasnya.
Dia juga tidak mengetahui siapa yang menduduki, karena pihak sekretariat sampai hari ini tidak bisa dimasuki. Menurutnya, pada Selasa 16 September kemarin saat mengadakan rapat pengurus tidak bisa masuk. Namun, setelah menghubungi SDA baru pintu dibukakan.
Akibat adanya pendudukan tersebut, 19 anggota sekretariat sampai saat ini tidak bisa bekerja. "Saya tidak tahu apakah kemudian maksudnya diberhentikan atau apa, tetapi sungguh kami menyayangkan itu. Karena mereka ini orang-orang kecil yang tidak tahu persoalan politik, sehingga seharusnya tidak dilibatkan dalam persoalan-persoalan ini," tegasnya.
Dia menambahkan, selama pendudukan ini tidak ada dialog terkait mengapa adanya tindakan tersebut. Mereka mengaku hanya mau membuka jika ada perintah dari SDA.
"Saya tidak tahu apakah dari kubu Pak SDA atau bukan. Tetapi, yang pasti mereka hanya mau membuka kalau ada perintah dari Pak SDA," tukasnya.
Ia juga menegaskan, masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PPP karena memang tidak ada pemecatan dirinya dan tidak pernah dianggap ada.
"Saya datang mau melaporkan adanya pendudukan Dewan Pimpinan Pusat oleh sejumlah orang yang tak dikenal dan ini dilakukan karena menerobos properti milik umat," katanya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/9/2014).
Romi datang dengan ditemani dua kuasa hukum dan beberapa pengurus partai. "Yang melapor itu DPP partai, bukan atas nama pribadi," tegasnya.
Dia juga tidak mengetahui siapa yang menduduki, karena pihak sekretariat sampai hari ini tidak bisa dimasuki. Menurutnya, pada Selasa 16 September kemarin saat mengadakan rapat pengurus tidak bisa masuk. Namun, setelah menghubungi SDA baru pintu dibukakan.
Akibat adanya pendudukan tersebut, 19 anggota sekretariat sampai saat ini tidak bisa bekerja. "Saya tidak tahu apakah kemudian maksudnya diberhentikan atau apa, tetapi sungguh kami menyayangkan itu. Karena mereka ini orang-orang kecil yang tidak tahu persoalan politik, sehingga seharusnya tidak dilibatkan dalam persoalan-persoalan ini," tegasnya.
Dia menambahkan, selama pendudukan ini tidak ada dialog terkait mengapa adanya tindakan tersebut. Mereka mengaku hanya mau membuka jika ada perintah dari SDA.
"Saya tidak tahu apakah dari kubu Pak SDA atau bukan. Tetapi, yang pasti mereka hanya mau membuka kalau ada perintah dari Pak SDA," tukasnya.
Ia juga menegaskan, masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PPP karena memang tidak ada pemecatan dirinya dan tidak pernah dianggap ada.
(kri)