Kemenag Pantau Penyelenggaraan Haji Khusus

Selasa, 16 September 2014 - 06:07 WIB
Kemenag Pantau Penyelenggaraan...
Kemenag Pantau Penyelenggaraan Haji Khusus
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memantau pelaksanaan haji khusus yang dilakukan oleh sejumlah penyelenggara haji. Hal itu bertujuan untuk memberikan jaminan kenyamanan pelayanan bagi jamaah yang akan menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama Mochammad Jasin mengatakan, pihaknya tidak hanya mengawasi pelaksanaan haji reguler saja tapi haji khusus.

Bila terjadi pelanggaran, Kemenag akan mencabut izin operasional penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

"Kemenag berhak mencabut izin PIHK-PIHK yang nakal karena menelantarkan jamaah di Saudi," katanya, Senin (15/9/2014).

Dia menjelaskan, kelemahan pelaksanaan haji khusus pada tahun lalu salah satunya, terkait akomodasi dan keterlambatan pengiriman makan pagi di Arafah oleh perusahaan katering yang ditunjuk PIHK. Karenanya pelayanan haji kali ini harus lebih ditingkatkan.

Jasin menambahkan, dari laporan yang diterima pemberangkatan jamaah haji reguler untuk gelombang II mulai tiba di Jeddah.

Mereka berasal dari kloter 12 embarkasi Medan, Sumatera Utara. Sesuai dengan data Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, sepanjang hari ini diberangkatkan 15 kloter jamaah gelombang II dari seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Budi Firmansyah mengatakan, pihaknya akan semakimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik baik dari segi pemondokan, penerbangan hingga penyediaan makan bagi para jamaah haji.

"Pelayanan untuk haji khusus kami punya wasdal (pengawasan dan pengendalian) untuk mengontrol, kita layani dengan baik. Kalau ada yang kurang baik, pasti ada punishmen," ujarnya.

Terkait penerbangan misalnya, seluruh travel haji yang tergabung dalam Amphuri memilih menggunakan maskapai penerbangan Flynas karena langsung mendarat di Jeddah, Arab Saudi.

Berbeda dengan maskapai lain yang harus transit terlebih dahulu sehingga lebih menghemat waktu. "Jamaah sudah membayar dengan harga khusus, maka harus mendaptakan perlakuan khusus," katanya.

Menurut dia, biaya yang dikeluarkan jamaah relatif murah hanya USD1.800 perjamaah. Sedangkan, maskapai lain biaya yang harus dikeluarkan jamaah bisa mencapai USD2.000-2.2000.

Budi menjamin, jamaah haji khusus dapat melaksanakan ibadahnya di Mekkah dengan khusyuk.

"Sejauh ini pelayanannya cukup baik. Jamaah diberi makan dua kali selama penerbangan. Jadi kami pastikan tidak ada jamaah yang terlantar karena pesawat delay dan sebagainya," ujarnya.

Budi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemantauan dan pengawasan para jamaah di Makkah dan Madinah hingga kepulangannya ke Tanah Air.

Dia juga menepis anggapan adanya jamaah haji yang memanfaatkan haji khusus ini untuk overstayed di Arab Saudi.

"Kami menjamin tidak ada yang terlantar, kalau ada jamaah yang terlantar tentu bukan dari travel yang tergabung bersama kami," kata Budi.
(sms)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved