Mau Sampai Kapan Konflik Internal PPP

Senin, 15 September 2014 - 05:06 WIB
Mau Sampai Kapan Konflik...
Mau Sampai Kapan Konflik Internal PPP
A A A
JAKARTA - Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum juga reda. Antar elite saling menjatuhkan dan saling 'serang'.

Kembali memanasnya suhu di tubuh partai berlambang Kakbah ini dimulai saat rapat internal DPP PPP, pada Selasa 9 September 2014 malam, dengan keputusan mendesak Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) untuk mundur.

Hal ini terungkap dari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi). Diakuinya, keputusan itu hasil dari para sesepuh dan senior partai pada 1 September 2014. (Baca: Romi Cs Berhentikan SDA sebagai Ketum PPP)

Diakui Romi setelah keputusan itu, maka Emron Pangkapi yang berposisi sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP, naik menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP menggantikan SDA.

Sementara SDA tidak terima dengan putusan tersebut. Saat rapat internal yang digelar malam itu, SDA memilih keluar (walk out) dari rapat internal PPP. Dia mengaku kecewa dengan kondisi rapat. (Baca: SDA Sebut Ada Agenda Terselubung Gulingkan Saya)

Mantan Menteri Agama (Menag) ini mengaku, rapat yang dilakukan internal elite PPP itu, ada agenda terselubung yang ingin menggulingkan dirinya.
Bahkan agenda tersebut sudah dia ketahui sejak Januari 2014 lalu.

Sementara di grassroot PPP menginginkan agar konflik internal ini segera berakhir. Sekretaris DPC PPP Kota Depok Qonita Luthfiyah meminta para pengurus di DPP segera berdamai (islah).

Menurut Qonita, islah harus dilakukan demi menjaga kesolidan pengurus di tingkat daerah. Sehingga para kader di daerah tidak bingung dengan kondisi yang tercipta saat ini.

Pasalnya masing-masing kubu baik di pihak SDA maupun kubu Romi, merasa benar dan memiliki payung hukum yang dianggap benar. (Baca: Kader di Daerah Minta Elite PPP Akhiri Konflik)

Diakuinya, dengan kondisi demikian, dia berharap konflik internal PPP bisa berakhir. Karena kekisruhan di tingkat pusat tentunya akan berpengaruh pada semangat kader di daerah.
(maf)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved