Manuver SDA Pecat Romi Cs Didukung Kader PPP
Jum'at, 12 September 2014 - 20:21 WIB
Manuver SDA Pecat Romi Cs Didukung Kader PPP
A
A
A
JAKARTA - Kader PPP mendukung manuver Ketua Umum (Ketum) PPP Suryadharma Ali (SDA) yang memecat sejumlah elite partai tersebut.
Ketua DPP PPP Fernita Darwis mendukung langkah SDA yang memecat tiga orang pengurus. Ketiganya itu antara lain Sekjen PPP Romahurmuziy (Romi), dan dua Waketum PPP Emron Pangkapi dan Suharso Monoarfa.
Menurut Fernita, dirinya setuju SDA memecat mereka lantaran mereka dianggap melakukan persekongkolan jahat, untuk menggulingkan SDA dari jabatannya.
"Ini budaya buruk dan harus dibersihkan segera. Kami dukung penuh langkah ketum," kata Fernita usai jumpa pers di DPP PPP, Jakarta, Jumat (12/9/2014).
Dia berpendapat, langkah kubu Romi Cs yang memecat SDA dinilai bentuk tindakan indisipliner dan tidak diatur dalam partai. Sebab, pemecatan terhadap SDA tidak melalui Muktamar, yang dianggap cara resmi.
"Kalau ketum dipecat lewat rapat harian ini bahaya. Kalau itu dijalankan dan dibenarkan, maka tidak ada lagi musyawarah dan muktamar dong. Ini bahaya, dan inilah yang kita lawan," tukasnya.
Untuk diketahui, Sekjen PPP Romahurmuziy bersama dengan Suharso Manoarfa dan Emron Pangkapi pada Selasa malam hingga Rabu pagi 10 September 2014, melakukan Rapat Pengurus Harian PPP.
Dalam rapat tersebut mereka memecat SDA sebagai Ketua Umum PPP. SDA dipecat lantaran posisi dirinya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan dana Haji.
Ketua DPP PPP Fernita Darwis mendukung langkah SDA yang memecat tiga orang pengurus. Ketiganya itu antara lain Sekjen PPP Romahurmuziy (Romi), dan dua Waketum PPP Emron Pangkapi dan Suharso Monoarfa.
Menurut Fernita, dirinya setuju SDA memecat mereka lantaran mereka dianggap melakukan persekongkolan jahat, untuk menggulingkan SDA dari jabatannya.
"Ini budaya buruk dan harus dibersihkan segera. Kami dukung penuh langkah ketum," kata Fernita usai jumpa pers di DPP PPP, Jakarta, Jumat (12/9/2014).
Dia berpendapat, langkah kubu Romi Cs yang memecat SDA dinilai bentuk tindakan indisipliner dan tidak diatur dalam partai. Sebab, pemecatan terhadap SDA tidak melalui Muktamar, yang dianggap cara resmi.
"Kalau ketum dipecat lewat rapat harian ini bahaya. Kalau itu dijalankan dan dibenarkan, maka tidak ada lagi musyawarah dan muktamar dong. Ini bahaya, dan inilah yang kita lawan," tukasnya.
Untuk diketahui, Sekjen PPP Romahurmuziy bersama dengan Suharso Manoarfa dan Emron Pangkapi pada Selasa malam hingga Rabu pagi 10 September 2014, melakukan Rapat Pengurus Harian PPP.
Dalam rapat tersebut mereka memecat SDA sebagai Ketua Umum PPP. SDA dipecat lantaran posisi dirinya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan dana Haji.
(maf)