Pengamat: Tak Ada yang Bisa Intervensi SBY
Senin, 08 September 2014 - 10:14 WIB
Pengamat: Tak Ada yang Bisa Intervensi SBY
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut tak ada pemerintahan bersama terus mendapat dukungan. Sebab, tak ada satu kekuatan bisa mengintervensi SBY hingga masa jabatannya berakhir.
Pengamat Politik Heri Budianto menilai apa yang disampaikan kepala negara itu sudah tepat. "Apa yang disampaikan SBY sangat jelas dan memiliki legitimasi kuat," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, Senin (8/9/2014).
Kata dia, benar jika SBY menyebut pemerintahannya baru akan berakhir setelah 20 Oktober 2014. "Maka itu, tidak ada satupun kekuatan yang bisa mencampuri dan mendesak-desak SBY untuk bersama-sama apalagi misalnya sampai mengintervensi SBY," terangnya.
Dalam situasi politik saat ini, kata dia, memang segala sesuatunya bisa menjadi sensitif. Pasalnya, apa yang dilaksanakan pemerintahan yang akan menjabat ke depan masih akan terkait dengan pemerintahan saat ini.
"Menurut saya pernyataan SBY tepat. Dalam situasi politik saat ini, memang serba sensitif. Pemerintahan akan berakhir, sementara pemerintahan baru yang akan menggantikan tentu terkait dengan berbagai macam yang akan dilaksanakan terkait dengan pemerintahan sekarang," tuntasnya.
Pengamat Politik Heri Budianto menilai apa yang disampaikan kepala negara itu sudah tepat. "Apa yang disampaikan SBY sangat jelas dan memiliki legitimasi kuat," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, Senin (8/9/2014).
Kata dia, benar jika SBY menyebut pemerintahannya baru akan berakhir setelah 20 Oktober 2014. "Maka itu, tidak ada satupun kekuatan yang bisa mencampuri dan mendesak-desak SBY untuk bersama-sama apalagi misalnya sampai mengintervensi SBY," terangnya.
Dalam situasi politik saat ini, kata dia, memang segala sesuatunya bisa menjadi sensitif. Pasalnya, apa yang dilaksanakan pemerintahan yang akan menjabat ke depan masih akan terkait dengan pemerintahan saat ini.
"Menurut saya pernyataan SBY tepat. Dalam situasi politik saat ini, memang serba sensitif. Pemerintahan akan berakhir, sementara pemerintahan baru yang akan menggantikan tentu terkait dengan berbagai macam yang akan dilaksanakan terkait dengan pemerintahan sekarang," tuntasnya.
(kri)