Tanpa Figur Kuat, Golkar Jadi Partai Tak Beruntung
Minggu, 07 September 2014 - 15:37 WIB
Tanpa Figur Kuat, Golkar Jadi Partai Tak Beruntung
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar diminta belajar dari hasil pemilu sebelumnya supaya sukses dalam Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, Golkar selalu tak beruntung di pemilu presiden.
"Kita sering menang dalam pemilu legislatif, tetapi selalu tidak beruntung dalam pilpres," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso saat memaparkan visi-misinya dalam Diskusi Panel Nasional yang diselenggarakan Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar di Yogyakarta, Minggu (7/9/2014).
Wakil Ketua DPR ini mengatakan, Golkar memiliki kehebatan dalam membangun mesin politik, tapi keteteran dalam membangun kekuatan figur yang potensial dan layak jual. Sehingga, tidak berhasil dalam merebut kepemimpinan nasional.
Priyo mengingatkan, pilpres dan pileg secara serentak di 2019 akan membawa perubahan politik. Karena itu, Partai Golkar harus tetap menjaga kekuatan kelembagaannya dimana partai politik tidak saja digerakkan oleh satu figur tapi sistem.
"Tetapi pada sisi lain, harus mampu menghadirkan kader-kader terbaiknya untuk memenangkan Pemilu 2019," imbuhnya.
Priyo berniat maju sebagai calon ketua umum Golkar dalam musyawarah nasional (Munas) nanti. Dia berjanji akan membangun kembali kekuatan partai supaya sukses dalam pemilu tahun 2019 nanti.
"Dalam usia saya yang menginjak 48 tahun, adalah puncak-puncaknya usia dan semangat untuk bekerja hebat mengkonsolidasi semua lini partai," tukasnya.
"Kita sering menang dalam pemilu legislatif, tetapi selalu tidak beruntung dalam pilpres," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso saat memaparkan visi-misinya dalam Diskusi Panel Nasional yang diselenggarakan Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar di Yogyakarta, Minggu (7/9/2014).
Wakil Ketua DPR ini mengatakan, Golkar memiliki kehebatan dalam membangun mesin politik, tapi keteteran dalam membangun kekuatan figur yang potensial dan layak jual. Sehingga, tidak berhasil dalam merebut kepemimpinan nasional.
Priyo mengingatkan, pilpres dan pileg secara serentak di 2019 akan membawa perubahan politik. Karena itu, Partai Golkar harus tetap menjaga kekuatan kelembagaannya dimana partai politik tidak saja digerakkan oleh satu figur tapi sistem.
"Tetapi pada sisi lain, harus mampu menghadirkan kader-kader terbaiknya untuk memenangkan Pemilu 2019," imbuhnya.
Priyo berniat maju sebagai calon ketua umum Golkar dalam musyawarah nasional (Munas) nanti. Dia berjanji akan membangun kembali kekuatan partai supaya sukses dalam pemilu tahun 2019 nanti.
"Dalam usia saya yang menginjak 48 tahun, adalah puncak-puncaknya usia dan semangat untuk bekerja hebat mengkonsolidasi semua lini partai," tukasnya.
(kri)