Kakuatan Penyeimbang Pemerintahan Mendatang sebagai Terobosan Baru
Rabu, 03 September 2014 - 12:05 WIB
Kakuatan Penyeimbang Pemerintahan Mendatang sebagai Terobosan Baru
A
A
A
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika di Puri Cikeas menyampaikan, perolehan suara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pemilihan Presiden (Pilpres) cukup signifikan. Hal ini bisa menjadi kekuatan penyeimbang terhadap pemerintahan mendatang dalam membangun demokrasi.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengungkapkapkan, kekuatan penyeimbang di pemerintahan yang akan datang ini merupakan sebuah terobosan baru.
"Ini bagus kalau misal demokrasi di Indonesia dua kubu. Ada pemerintahan dan penyeimbang ini bagus ada check and balances seperti di Amerika," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2014).
Nurhayati berpendapat, adanya dua kubu yakni, koalisi merah putih dan koalisi pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) ke depan bisa saling kontrol melalui kekuatan penyeimbangan tersebut. "Nah ini menuju ke sana jadi tidak lagi semrawut," terangnya.
Maka itu, dia berharap masyarakat bisa menerima dan menghargai keputusan koalisi merah putih menjadi kekuatan penyeimbang di pemerintahan yang akan datang. "Ini memperkaya demokrasi dan bagus. Kita tidak ingin terlalu banyak parpol," tandasnya.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengungkapkapkan, kekuatan penyeimbang di pemerintahan yang akan datang ini merupakan sebuah terobosan baru.
"Ini bagus kalau misal demokrasi di Indonesia dua kubu. Ada pemerintahan dan penyeimbang ini bagus ada check and balances seperti di Amerika," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2014).
Nurhayati berpendapat, adanya dua kubu yakni, koalisi merah putih dan koalisi pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) ke depan bisa saling kontrol melalui kekuatan penyeimbangan tersebut. "Nah ini menuju ke sana jadi tidak lagi semrawut," terangnya.
Maka itu, dia berharap masyarakat bisa menerima dan menghargai keputusan koalisi merah putih menjadi kekuatan penyeimbang di pemerintahan yang akan datang. "Ini memperkaya demokrasi dan bagus. Kita tidak ingin terlalu banyak parpol," tandasnya.
(kur)