Polemik BBM, PDIP Bantah Ada Perpecahan Internal
Sabtu, 30 Agustus 2014 - 16:22 WIB
Polemik BBM, PDIP Bantah Ada Perpecahan Internal
A
A
A
JAKARTA - Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menepis isu adanya perpecahan di internal menyusul rencana presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla terkait rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di awal pemerintahannya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Effendi Simbolon menegaskan, yang terjadi di internal sebenarnya bukan perpecahan, namun hanya perbedaan pendapat biasa.
"Perbedaan pendapat kader-kader PDIP tentang kenaikan BBM, sebenarnya tidak ada yang prinsip," tegas Effendi Simbolon di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2014).
Pada kesempatan itu, Effendi mengakui kadernya di partai diberikan keleluasaan dalam memberikan
masukan terkait rencana kenaikan harga BBM.
"Mekanismenya, kami tidak kaku. Bisa menyampaikan melalui fraksi di DPR. Terkait masukan, contohnya kami memberikan saran kepada Pak Jokowi-JK untuk menaikkan BBM di smester dua saja" tandasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Effendi Simbolon menegaskan, yang terjadi di internal sebenarnya bukan perpecahan, namun hanya perbedaan pendapat biasa.
"Perbedaan pendapat kader-kader PDIP tentang kenaikan BBM, sebenarnya tidak ada yang prinsip," tegas Effendi Simbolon di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2014).
Pada kesempatan itu, Effendi mengakui kadernya di partai diberikan keleluasaan dalam memberikan
masukan terkait rencana kenaikan harga BBM.
"Mekanismenya, kami tidak kaku. Bisa menyampaikan melalui fraksi di DPR. Terkait masukan, contohnya kami memberikan saran kepada Pak Jokowi-JK untuk menaikkan BBM di smester dua saja" tandasnya.
(kur)