Pemerintah Optimis Pendaftar CPNS Tembus 3 Juta Orang
Kamis, 28 Agustus 2014 - 08:29 WIB
Pemerintah Optimis Pendaftar CPNS Tembus 3 Juta Orang
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah optimis jumlah pendaftar di portal CPNS panselnas.menpan.go.id, mencapai lebih dari tiga juta orang.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) Herman Suryatman mengatakan saat ini jumlahnya baru mencapai 150 ribu orang.
Hal itu karena baru delapan instansi saja yang dibuka pendaftarannya. Menurutnya, ketika semua instansi baik pusat maupun daerah sudah dibuka pendaftarannya maka jumlah pendaftar resmi akan naik dengan sendirinya.
Paling tidak, terangnya, dengan jumlah pengunjung 100 juta itu menunjukkan minat masyarakat melamar CPNS sangat tinggi. Sementara itu dia menyebut baru ada delapan instansi yang membuka pendaftaran online di panselnas.menpan.go.id.
Kedelapan instasi pusat tersebut adalah Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Kehutanan (Kemhut), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Empat instansi yaitu Kemenkeu, LKPP, BIG, dan Bakorkamla sudah lebih dulu membuka pendaftaran pada 24 Agustus. Itu berarti masa pendaftarannya hanya sampai 7 September. Empat instansi lainnya yaitu Kemhut, Kemendag, BPK, dan BNN, baru dibuka per 26 Agustus, sehingga penutupannya pada 9 September.
"Setiap instansi masa pendaftarannya hanya 14 hari, dihitung dari saat dibuka pendaftarannya. Kalau baru dibuka hari ini, berarti hitung saja 14 harinya dari sekarang," kata Herman Suryatman kepada KORAN SINDO, Rabu 28 Agustus 2014.
Pengamat Administrasi Publik UI Amy S Rahayu mengatakan, animo masyarakat pada seleksi CPNS tentu saja tinggi karena menjadi PNS saat ini masih menjadi tujuan utama pencari kerja karena dipandang peluang diterimanya sangat besar dibanding swasta.
Menurutnya, kenaikan ini juga bisa terjadi karena sistem pendaftaran online dipandang lebih mudah dan efisien. Dia mengatakan, saat ini para pencari kerja menaruh harapan sebuah transparansi rekrutmen CPNS secara online ketimbang manual.
Amy menambahkan, masyarakat juga menyambut baik sistem komputerisasi pendaftaran ini karena menghapus tradisi KKN ketika masa penerimaan PNS.
Tidak ada lagi pejabat yang mudah disuap untuk diloloskan menjadi aparatur negara. Semua masyarakat mulai dari golongan miskin hingga kaya kini mendapat posisi yang sama untuk menjadi aparatur negara.
"Gambaran membludaknya calon peserta menunjukkan betapa angkatan muda pencari kerja lebih besar dari lapangan kerja lain yang kompetitif," terangnya.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) Herman Suryatman mengatakan saat ini jumlahnya baru mencapai 150 ribu orang.
Hal itu karena baru delapan instansi saja yang dibuka pendaftarannya. Menurutnya, ketika semua instansi baik pusat maupun daerah sudah dibuka pendaftarannya maka jumlah pendaftar resmi akan naik dengan sendirinya.
Paling tidak, terangnya, dengan jumlah pengunjung 100 juta itu menunjukkan minat masyarakat melamar CPNS sangat tinggi. Sementara itu dia menyebut baru ada delapan instansi yang membuka pendaftaran online di panselnas.menpan.go.id.
Kedelapan instasi pusat tersebut adalah Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Kehutanan (Kemhut), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Empat instansi yaitu Kemenkeu, LKPP, BIG, dan Bakorkamla sudah lebih dulu membuka pendaftaran pada 24 Agustus. Itu berarti masa pendaftarannya hanya sampai 7 September. Empat instansi lainnya yaitu Kemhut, Kemendag, BPK, dan BNN, baru dibuka per 26 Agustus, sehingga penutupannya pada 9 September.
"Setiap instansi masa pendaftarannya hanya 14 hari, dihitung dari saat dibuka pendaftarannya. Kalau baru dibuka hari ini, berarti hitung saja 14 harinya dari sekarang," kata Herman Suryatman kepada KORAN SINDO, Rabu 28 Agustus 2014.
Pengamat Administrasi Publik UI Amy S Rahayu mengatakan, animo masyarakat pada seleksi CPNS tentu saja tinggi karena menjadi PNS saat ini masih menjadi tujuan utama pencari kerja karena dipandang peluang diterimanya sangat besar dibanding swasta.
Menurutnya, kenaikan ini juga bisa terjadi karena sistem pendaftaran online dipandang lebih mudah dan efisien. Dia mengatakan, saat ini para pencari kerja menaruh harapan sebuah transparansi rekrutmen CPNS secara online ketimbang manual.
Amy menambahkan, masyarakat juga menyambut baik sistem komputerisasi pendaftaran ini karena menghapus tradisi KKN ketika masa penerimaan PNS.
Tidak ada lagi pejabat yang mudah disuap untuk diloloskan menjadi aparatur negara. Semua masyarakat mulai dari golongan miskin hingga kaya kini mendapat posisi yang sama untuk menjadi aparatur negara.
"Gambaran membludaknya calon peserta menunjukkan betapa angkatan muda pencari kerja lebih besar dari lapangan kerja lain yang kompetitif," terangnya.
(maf)