Nazar Nyesal Tidak Bisa Atur Anas Terkait Proyek
Senin, 18 Agustus 2014 - 14:27 WIB
Nazar Nyesal Tidak Bisa Atur Anas Terkait Proyek
A
A
A
JAKARTA - Mantan Tenaga Ahli Muhammad Nazarudin di DPR, Nuril Anwar menuturkan Nazaruddin pernah berkeluh kesah kepada dirinya tentang hubungannya dengan Anas Urbaningrum.
"Biasa ketika tamu lagi sepi kita bicara empat mata di ruang bendahara fraksi. Di situ dia berkeluh kesah tentang memburuknya hubungan dia dengan ketua umum yang baru yang terpilih di Bandung," kata Nuril saat bersaksi untuk Anas di Gedung Tipikor, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Nazar semakin gelisah ketika ada laporan bahwa Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sudah menerima masukan namanya kerap dijual.
"Misalkan pertama soal jual nama Pak SBY, jual nama Ibas, jual nama Mas Anas sendiri yang membuat dia gelisah. Karena laporan sudah tembus ke Pak SBY, Mas Ibas," kata dia.
Nuril juga menjelaskan, laporan peristiwa di suatu majalah terkait kasus SPG yang membuat Nazar cukup gelisah. Pasalnya, sangat menganggu psikologis Nazar dalam menjalankan aktivitas di DPR.
Masih dalam kesaksian Nuril, Nazar mengaku menyesal lantaran Anas tidak bisa diatur untuk mengurus proyek setelah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung.
"Dia sampaikan sangat menyesal ketika Mas Anas menang karena tidak bisa diatur-atur. Misalnya dalam urusan proyek, Mas Anas lebih asyik konsolidasi ke daerah-daerah, itu yang buat dia menyesal," tukasnya.
"Biasa ketika tamu lagi sepi kita bicara empat mata di ruang bendahara fraksi. Di situ dia berkeluh kesah tentang memburuknya hubungan dia dengan ketua umum yang baru yang terpilih di Bandung," kata Nuril saat bersaksi untuk Anas di Gedung Tipikor, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Nazar semakin gelisah ketika ada laporan bahwa Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sudah menerima masukan namanya kerap dijual.
"Misalkan pertama soal jual nama Pak SBY, jual nama Ibas, jual nama Mas Anas sendiri yang membuat dia gelisah. Karena laporan sudah tembus ke Pak SBY, Mas Ibas," kata dia.
Nuril juga menjelaskan, laporan peristiwa di suatu majalah terkait kasus SPG yang membuat Nazar cukup gelisah. Pasalnya, sangat menganggu psikologis Nazar dalam menjalankan aktivitas di DPR.
Masih dalam kesaksian Nuril, Nazar mengaku menyesal lantaran Anas tidak bisa diatur untuk mengurus proyek setelah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung.
"Dia sampaikan sangat menyesal ketika Mas Anas menang karena tidak bisa diatur-atur. Misalnya dalam urusan proyek, Mas Anas lebih asyik konsolidasi ke daerah-daerah, itu yang buat dia menyesal," tukasnya.
(kri)