Bisa Jadi Tren, Legalisasi Aborsi Harus Dikaji Ulang

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 16:38 WIB
Bisa Jadi Tren, Legalisasi...
Bisa Jadi Tren, Legalisasi Aborsi Harus Dikaji Ulang
A A A
JAKARTA - Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengkritisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang melegalkan aborsi bagi korban pemerkosaan.

Dia menyesalkan mengapa pemerintah justru fokus terhadap aborsi, bukan pada peraturan yang mencegah kalangan remaja terjerumus pergaulan bebas.

"Ini persoalan sosial, kita sebagai elemen bangsa justru harus melindungi anak-anak kita agar tak terjerumus pada seks bebas. Jadi tidak usah pikir soal aborsi, pengawasan secara serius agar berhasil," tutur Devie di Kota Depok, Jumat (15/8/2014).

Devie khawatir jangan sampai PP aborsi ini menjadi celah bagi para remaja dan justru menjadi budaya baru di kalangan remaja.

Jika pun tetap dijalankan, kata Devie, diperlukan keseriusan penyelidikan dan penyidikan dari aparat kepolisian untuk membuktikan apakah korban betul-betul akibat perkosaan atau suka sama suka belaka.

"Aborsi jangan jadi tren, di sini perlu keseriusan aparat penegak hukum. Apakah yang bersangkutan berbohong atau memberikan keterangan palsu bahwa ia diperkosa. Jika berbohong maka harus diberikan hukuman lebih berat lagi," tuturnya.

Apalagi ketika dalam Undang - Undang Perlindungan Anak disebutkan bahwa anak yang berusia sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun wajib dilindungi negara.

Hal ini, kata Devie, semestinya membuat seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama kembali mempertimbangkan PP tersebut dan wajib dievaluasi ulang.

"Perlu kecermatan luar biasa pemerintah menyelesaikan ini. Ahli hukum membahas aturan satu dan yang lainnya harus dilibatkan jangan sampai menimbulkan masalah sosial baru di masyarakat," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Dubes Trias Tegaskan...
Dubes Trias Tegaskan Gereja Katolik Tidak Akan Mengakui Perkawinan Sejenis
Heboh Nikah Sesama Jenis...
Heboh Nikah Sesama Jenis di Jambi, Kementrian PPPA Sebut Ada Unsur Penipuan
Negara Arab Ini Izinkan...
Negara Arab Ini Izinkan Aborsi untuk Korban Pemerkosaan dan Kawin Sedarah
Pengungkapan Kasus Praktik...
Pengungkapan Kasus Praktik Aborsi Ilegal di Bali
Anwar Abbas Sebut LGBT...
Anwar Abbas Sebut LGBT Bakal Buat Punah Manusia pada 150 Tahun Mendatang
2 Bidan di Kota Kendari...
2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA
Berita Terkini
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
KPK Tegaskan Tidak Ada...
KPK Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa terhadap Febrie Adriansyah
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Infografis
Profil Febri Diansyah,...
Profil Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved