Menteri Tunggu Komando SBY Soal Tim Pemerintahan Transisi

Rabu, 23 Juli 2014 - 17:00 WIB
Menteri Tunggu Komando...
Menteri Tunggu Komando SBY Soal Tim Pemerintahan Transisi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tandjung mengatakan, para menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II siap, jika dimintai konsultasi untuk pemerintahan baru.

Namun dengan catatan atas dasar persetujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum ada persiapan membentuk tim transisi untuk pemerintahan baru.

Pasalnya, hingga saat ini belum jelas mengenai presiden definitif yang akan terpilih. "Belum ada, kita belum siapkan (tim transisi). Yang penting semua menteri itu ready saja untuk dimintai konsultasi," kata CT di Kantor Kemenko Jakarta, Rabu (23/7/2014).

"Tapi atas izin Pak SBY. Karena kami pembantu presiden, enggak boleh nyelonong sendiri. Kalau gitu insubkoordinasi. Biar bagaimana ini menterinya Pak SBY. Kalau Pak SBY setuju kita akan buka semua," imbuhnya.

Menurutnya, jika Presiden SBY belum memerintahkan untuk berkonsultasi dengan pemerintahan baru, maka pihaknya tidak akan melakukannya. "Ya enggak akan dong. Kita dalam posisi pasif, kalau kita enggak diminta terus nyodorin diri, entar dibilang ingin jadi menteri lagi," ungkapnya.

Senada dengan CT, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengungkapkan, pihaknya terbuka jika pemerintahan baru ingin berdiskusi dengannya.

Tentunya saat ini belum bisa dilakukan, karena masih menunggu presiden definitif yang terpilih. "Terbuka (diskusi). Namun kita kan persoalannya masih nunggu apakah akan ke Mahamah Konsitusi apa enggak," ucapnya.

"Kalau ada ke Mahkamah Konstitusi itu kan harus nunggu asilnya, tunggu hasilnya 20 Agustus sampai 24 Agustus. Kalau itu sedangkan nota keuangan akan sudah sampaikan tanggal 15 dan kita mau bicaranya dengan siapa. Dan ini musti formal, jadi dalam arti kata antara presiden terpilih dan walaupun diproses dari Mahkamah Konsistusi kan musti tunggu soal legal," pungkas dia.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved