Pemilu 2014 Bawa Harapan dan Optimisme Bagi Indonesia
Senin, 21 Juli 2014 - 05:38 WIB
Pemilu 2014 Bawa Harapan dan Optimisme Bagi Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Pelaksanaan Pemilu 2014 baik pileg maupun pilpres berjalan lancar. Hal ini tentu merupakan sebuah kesuksesan bangsa Indonesia untuk terus mempertahankan demokrasi yang berjalan selama ini.
Pemilu 2014 merupakan pemilu keempat selama era reformasi dan dengan demikian sudah 15 tahun lebih, bangsa Indonesia merengkuh reformasi dan selama masa itu usaha untuk mematangkan demokrasi terus berlangsung.
Pemerhati Pemilu dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menuturkan, tiga kali penyelenggaraan pemilu di era reformasi telah berlangsung demokratis, pun pemilu keempat yang baru saja selesai dilakukan. Banyak evaluasi yang dicatat setiap kali penyelenggaraan pemilu selesai dilakukan.
"Pemilu keempat yang baru berlangsung merupakan sebuah pengalaman baru dalam perjalanan demokrasi kita. Khususnya terkait pemilihan presiden dan wakil presiden," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (21/7/2014).
Dilanjutkannya, kehadiran capres-cawapres yang semakin sedikit dengan hanya ada dua pasang saja yang bertarung memaksa penggabungan kekuatan politik menjadi dua kubu.
"Koalisi parpol yang hanya terbelah menjadi dua kelompok seakan menjawab tuntutan penyederhanaan partai politik yang diharapkan menjawab efektifitas dan efisiensi pemerintahan," ucapnya.
Menurutnya, di sisi lain pengelompokan (partai) yang hanya terdiri dari dua kubu selain merupakan pengalaman pertama di era reformasi, juga memancing suasana pemilu yang panas oleh persaingan.
Sebagai pengalaman pertama, tambahnya, Pemilu 2014 dengan begitu banyak kisah sepanjang persiapannya, harus diapresiasi karena sukses menghantarkan bangsa Indonesia menuju gerbang pergantian rejim kekuasaan. Walaupun berlangsung panas dan sengit, pelaksanaan pemilu sukses dilalui dengan aman.
"Saya kira tanpa kita sadari sebenarnya Pemilu 2014 membuktikan bahwa perjalanan demokrasi bangsa Indonesia membersitkan harapan dan optimisme. Bahwa sebagai bangsa, rakyat sudah mampu menghargai perbedaan dan belajar untuk berdemokrasi secara jujur dan adil," pungkasnya.
Pemilu 2014 merupakan pemilu keempat selama era reformasi dan dengan demikian sudah 15 tahun lebih, bangsa Indonesia merengkuh reformasi dan selama masa itu usaha untuk mematangkan demokrasi terus berlangsung.
Pemerhati Pemilu dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menuturkan, tiga kali penyelenggaraan pemilu di era reformasi telah berlangsung demokratis, pun pemilu keempat yang baru saja selesai dilakukan. Banyak evaluasi yang dicatat setiap kali penyelenggaraan pemilu selesai dilakukan.
"Pemilu keempat yang baru berlangsung merupakan sebuah pengalaman baru dalam perjalanan demokrasi kita. Khususnya terkait pemilihan presiden dan wakil presiden," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (21/7/2014).
Dilanjutkannya, kehadiran capres-cawapres yang semakin sedikit dengan hanya ada dua pasang saja yang bertarung memaksa penggabungan kekuatan politik menjadi dua kubu.
"Koalisi parpol yang hanya terbelah menjadi dua kelompok seakan menjawab tuntutan penyederhanaan partai politik yang diharapkan menjawab efektifitas dan efisiensi pemerintahan," ucapnya.
Menurutnya, di sisi lain pengelompokan (partai) yang hanya terdiri dari dua kubu selain merupakan pengalaman pertama di era reformasi, juga memancing suasana pemilu yang panas oleh persaingan.
Sebagai pengalaman pertama, tambahnya, Pemilu 2014 dengan begitu banyak kisah sepanjang persiapannya, harus diapresiasi karena sukses menghantarkan bangsa Indonesia menuju gerbang pergantian rejim kekuasaan. Walaupun berlangsung panas dan sengit, pelaksanaan pemilu sukses dilalui dengan aman.
"Saya kira tanpa kita sadari sebenarnya Pemilu 2014 membuktikan bahwa perjalanan demokrasi bangsa Indonesia membersitkan harapan dan optimisme. Bahwa sebagai bangsa, rakyat sudah mampu menghargai perbedaan dan belajar untuk berdemokrasi secara jujur dan adil," pungkasnya.
(kri)