Pembagian BlackBerry di Kongres Demokrat Tak Berjalan Mulus
Kamis, 17 Juli 2014 - 15:13 WIB
Pembagian BlackBerry di Kongres Demokrat Tak Berjalan Mulus
A
A
A
JAKARTA - Manajer Pemasaran PT Sarana Bangun Cipta, Rio Abdulrahman dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, terdakwa kasus proyek Sport Center Hambalang.
Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa penyelenggaraan acara dikontrak Muhammad Nazaruddin buat mengurus tim relawan pemenangan Anas.
Dalam kesaksiannya, Rio menjelaskan proses pembagian BlackBerry dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 silam. Dia mengaku, pembagian BlackBerry menjadi pekerjaan tambahan lantaran diminta oleh Nazaruddin.
"Pekerjaan kita kan dalam kontrak hospitality, mengatur orang-orang. Tapi last minute ada permintaan pembagian BB," kata Rio saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Rio menjelaskan, pembagian BlackBerry kepada sejumlah pengurus Partai Demokrat dari daerah tidak berlangsung mulus karena kondisi kongres yang sangat padat.
Tidak hanya itu, kata Rio, pendistribusian BlackBerry ke pengurus Demokrat dari daerah tidak terstruktur. Pasalnya, banyak para kader justru berebut mengambil BlackBerry.
"Karena waktu itu kondisinya crowded (padat) sekali. Mestinya dikasih ke orangnya langsung, realitasnya enggak bisa begitu. Orang banyak pada ambil-ambil sendiri," tukasnya.
Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa penyelenggaraan acara dikontrak Muhammad Nazaruddin buat mengurus tim relawan pemenangan Anas.
Dalam kesaksiannya, Rio menjelaskan proses pembagian BlackBerry dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 silam. Dia mengaku, pembagian BlackBerry menjadi pekerjaan tambahan lantaran diminta oleh Nazaruddin.
"Pekerjaan kita kan dalam kontrak hospitality, mengatur orang-orang. Tapi last minute ada permintaan pembagian BB," kata Rio saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Rio menjelaskan, pembagian BlackBerry kepada sejumlah pengurus Partai Demokrat dari daerah tidak berlangsung mulus karena kondisi kongres yang sangat padat.
Tidak hanya itu, kata Rio, pendistribusian BlackBerry ke pengurus Demokrat dari daerah tidak terstruktur. Pasalnya, banyak para kader justru berebut mengambil BlackBerry.
"Karena waktu itu kondisinya crowded (padat) sekali. Mestinya dikasih ke orangnya langsung, realitasnya enggak bisa begitu. Orang banyak pada ambil-ambil sendiri," tukasnya.
(kri)