Pasca Pilpres, Elite Stop Pikirkan Partai & Kelompok
Kamis, 17 Juli 2014 - 07:58 WIB
Pasca Pilpres, Elite Stop Pikirkan Partai & Kelompok
A
A
A
JAKARTA - Pengumunan hasil penghitungan suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, tinggal menghitung hari. 22 Juli 2014, menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, terkait akan diumumkannya pemenang pilpres.
Kedua pasang capres-cawapres, baik Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), tentu harap-harap cemas menanti pengumuman tersebut.
Pengamat politik dari Pusat Studi Sosial Politik (Puspol) Indonesia, Ubedilah Badrun mengungkapkan, elite politik harus mengubah mindset-nya (pola pikirnya) terkait menyikapi hasil Pilpres 2014.
"Setelah kampanye, debat (capres-cawapres), sudah selesai itu semua. Harus menempatkan kepentingan nasional jadi agenda utama. Jangan mementingkan partai dan kelompoknya," ucap Ubedilah saat dihubungi Sindonews, Rabu 16 Juli 2014, malam.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menghimpun data C1 yang diperoleh dari penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebanyak 96 persen data C1 sudah terhimpun masuk di KPU.
"Prinsipnya, bahwa kami terbuka, C1 scan yang dimasukkan ke kita, hampir 96 persen," ungkap Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa 15 Juli.
Menurut Ferry, untuk mengkroscek kebenaran data C1 secara jelas, pihaknya meminta masyarakat untuk aktif melihat data tersebut di website yang tersedia di KPU.
Dia menambahkan, pada prinsipnya data C1 scan yang terhimpun dan masuk ke KPU merupakan data murni dari hasil TPS. Sehingga, akurasi data dimungkinkan tidak melenceng dari hasil TPS. "Kalau ada kejanggalan, segera lapor ke kami, secara teknis kita akan tindaklanjuti di lapangan," pungkasnya.
Kedua pasang capres-cawapres, baik Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), tentu harap-harap cemas menanti pengumuman tersebut.
Pengamat politik dari Pusat Studi Sosial Politik (Puspol) Indonesia, Ubedilah Badrun mengungkapkan, elite politik harus mengubah mindset-nya (pola pikirnya) terkait menyikapi hasil Pilpres 2014.
"Setelah kampanye, debat (capres-cawapres), sudah selesai itu semua. Harus menempatkan kepentingan nasional jadi agenda utama. Jangan mementingkan partai dan kelompoknya," ucap Ubedilah saat dihubungi Sindonews, Rabu 16 Juli 2014, malam.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menghimpun data C1 yang diperoleh dari penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebanyak 96 persen data C1 sudah terhimpun masuk di KPU.
"Prinsipnya, bahwa kami terbuka, C1 scan yang dimasukkan ke kita, hampir 96 persen," ungkap Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa 15 Juli.
Menurut Ferry, untuk mengkroscek kebenaran data C1 secara jelas, pihaknya meminta masyarakat untuk aktif melihat data tersebut di website yang tersedia di KPU.
Dia menambahkan, pada prinsipnya data C1 scan yang terhimpun dan masuk ke KPU merupakan data murni dari hasil TPS. Sehingga, akurasi data dimungkinkan tidak melenceng dari hasil TPS. "Kalau ada kejanggalan, segera lapor ke kami, secara teknis kita akan tindaklanjuti di lapangan," pungkasnya.
(maf)