KPU Diminta Bubarkan Lembaga Survei yang Resahkan Masyarakat

Selasa, 15 Juli 2014 - 19:05 WIB
KPU Diminta Bubarkan...
KPU Diminta Bubarkan Lembaga Survei yang Resahkan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sasaran kemarahan massa yang kecewa dengan sikap lembaga penyelenggara pemilu itu yang tidak melakukan tindakan tegas kepada lembaga survei yang melakukan quick count (hitung cepat).

Protes itu disampaikan oleh Aliansi Rakyat Indpendent (ARI), yang meminta agar KPU menjadi pihak yang independen dan tidak memihak kepada lembaga survei hitung cepat untuk menentukan Presiden dan Wakil Presiden baru.

"Kita berasumsi, lembaga survei di Indonesia kini sudah tidak independen lagi. Kami meminta kepada KPU untuk menghapus lembaga survei karena sudah terang-terangan memihak kepada kedua kandidat capres-cawapres," kata Koordiantor Aksi ARI Tubagus Fahmi dalam orasinya di KPU, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Tubagus mengatakan, KPU harusnya menjaga nilai-nilai demokrasi Indonesia. Ini bertujuan terciptanya kondisi aman dan damai tanpa harus ada hasil hitung cepat dari para lembaga survei.

Tak hanya itu, ARI juga menuntut keras KPU untuk bersikap netral dan tidak memihak kepada capres-cawapres manapun. Tubagus menilai adanya lembaga survei sekarang ini hanya membuat kericuhan pada demokrasi Indonesia.

"Kita juga menuntut kepada lembaga survei jika tidak indenpeden baiknya dibubarkan saja. Karena akan mempericuh saja, dan mengklaim dirinya paling benar melebihi Tuhan," tegasnya.

Organisasi yang tergabung dari beberapa universitas yaitu UT (Universitas Terbuka), Universitas Az-Zahra, UBK (Universitas Bung Karno) itu berharap kepada KPU agar melakukan rekapitulasi suara secara transparan. Mereka beralasan, jika sudah memutuskan siapa pemenangnnya nanti agar terhindar dari kecemburuan sosial.

"Kita meminta agar KPU, tidak percaya kepada lembaga survei, kita sebagai pemuda bersikap netral. Jangan sampai KPU terintimidasi," paparnya.

Diketahui, hasil hitung lembaga survei pada tanggal 9 Juli lalu dengan adanya perbedaan membuat masyarakat bingung siapa yang benar. Karena lembaga survei kini diduga telah melakukan keberpihakan diantara dua kandidat capres-cawapres tersebut.

ARI pun meminta kepada KPU untuk bersikap tegas dan membubarkan seluruh lembaga survei yang kini sudah tidak netral lagi.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved