Ditelepon SBY, Ketua KPU Anggap sebagai Saran
Selasa, 15 Juli 2014 - 16:17 WIB
Ditelepon SBY, Ketua KPU Anggap sebagai Saran
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik membenarkan, dirinya ditelepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Husni membantah, jika telepon tersebut bagian dari intervensi hasil pemilihan presiden (pilpres).
Menurut Husni, meski banyak mendominasi pembicaraan, Presiden SBY, kata Husni, lebih banyak menyarankan agar proses pemilu berjalan netral dan berintegritas.
"Presiden menggaris bawahi bahwa itu adalah saran, itu ditekankan kepada Presiden bahwa saya menyarankan," ujar Husni, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (15/7/2014).
Husni melanjutkan, apa yang disampaikan Presiden SBY kepadanya dianggap sama seperti yang disampaikan orang lain. Katanya, saran bisa datang dari pihak manapun tanpa tersekat oleh latar belakang jabatan.
Hal demikian yang diceritakan Husni ketika mendengarkan saran dari masing-masing tim pemenangan pasangan capres dan cawapres serta tokoh nasional, serta masyarakat umum secara langsung maupun media sosial.
"Dalam agama yang saya anut, bahwa nasihat menasihati dalam hal kebenaran itu juga ibadah. Biasa saja tidak ada yang luar biasa," tambahnya.
Menurut Husni, meski banyak mendominasi pembicaraan, Presiden SBY, kata Husni, lebih banyak menyarankan agar proses pemilu berjalan netral dan berintegritas.
"Presiden menggaris bawahi bahwa itu adalah saran, itu ditekankan kepada Presiden bahwa saya menyarankan," ujar Husni, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (15/7/2014).
Husni melanjutkan, apa yang disampaikan Presiden SBY kepadanya dianggap sama seperti yang disampaikan orang lain. Katanya, saran bisa datang dari pihak manapun tanpa tersekat oleh latar belakang jabatan.
Hal demikian yang diceritakan Husni ketika mendengarkan saran dari masing-masing tim pemenangan pasangan capres dan cawapres serta tokoh nasional, serta masyarakat umum secara langsung maupun media sosial.
"Dalam agama yang saya anut, bahwa nasihat menasihati dalam hal kebenaran itu juga ibadah. Biasa saja tidak ada yang luar biasa," tambahnya.
(maf)