Pernyataan Burhanudin Bentuk Intimidasi Terhadap KPU

Selasa, 15 Juli 2014 - 14:36 WIB
Pernyataan Burhanudin...
Pernyataan Burhanudin Bentuk Intimidasi Terhadap KPU
A A A
JAKARTA - Ratusan massa dari Koalisi Pilpres Bersih menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka meminta KPU, agar bersikap netral dalam menghitung perolehan suara Pilpres 2014.

Para demonstran percaya, hasil resmi bukan berada di tangan lembaga survei melalui metode hitung cepat (quick count), melainkan berada di keputusan KPU, melalui penghitungan resmi (real count).

"Faktanya hari ini ketika KPU sebagai penyelenggara yang sah masih melakukan penghitungan hasil suara," kata koordinator aksi Hendriyatna di depan Gedung KPU, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Menurut Hendri, sungguh disayangkan justru kedua kubu dinilai terlalu cepat untuk mendeklarasikan masing-masing kemenangannya. Padahal, kemenangan mutlak ada dalam keputusan KPU yang baru akan digelar pada 22 Juli mendatang.

Menyambut pernyataan Hendri, Ketua Umum Laskar Merah Putih, Adek Efril Manurung mengatakan, komentar Direktur Lembaga Survei Indikator, Burhanuddin Muhtadi berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Menurutnya, Burhanuddin yang dikenal sebagai akademisi sekaligus peneliti tidak seharusnya mengeluarkan komentar yang mendahului kewenangan lembaga pemilu.

Bahkan, komentar Burhanuddin atas klaim dugaan kebenaran sepihak tersebut dapat memicu konflik. "Pernyataan Burhanuddin Muhtadi bukti sebuah intimidasi terhadap KPU, dan pernyataan tersebut memicu konflik horizontal," ungkapnya.

Dalam tuntutan lain, para demonstran menuntut KPU untuk tidak terpengaruh oleh hasil quick count yang dilakukan berdasarkan kepentingan politik, serta menuntut KPU berani melawan tekanan semua pihak yang menginginkan salah satu kandidat menjadi pemenang dengan mengesampingkan azas jujur dan adil.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved