PDIP Akui Kemenangan Prabowo-Hatta di Bekasi
Minggu, 13 Juli 2014 - 04:01 WIB
PDIP Akui Kemenangan Prabowo-Hatta di Bekasi
A
A
A
BEKASI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Bekasi mengumumkan hasil real count Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli lalu.
Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dari poros Gerindra, menang di Kota Bekasi dengan selisih 9,32 persen dibandingkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Berdasarkan rekap C-1 yang dilaporkan saksi tim koalisi dari poros PDIP, pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta di Kota Bekasi berhasil meraup hingga 54,66 persen atau 665.496 suara.
Sedangkan pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK memperoleh 551.972 suara atau 45,34 persen. Dengan demikian pasangan nomor urut 1 peraih suara terbanyak di Kota Bekasi.
Ketua Relawan Jokowi Mania Kota Bekasi, Anim Imanudin mengatakan, hasil itu berdasarkan rekap C-1 ada sebanyak 3.030 orang. Jumlah itu sesuai dengan jumlah TPS di seluruh Kota Bekasi.
"Hasil real count yang diumumkan hari Sabtu ini baru 98 persen. Kami target hari ini rampung dan akan dilaporkan ke DPD Jawa Barat dan DPP," ujar Anim kepada Sindonews, Sabtu 12 Juli 2012.
Menurutnya, real count sudah direkap sejak perhitungan selesai dilakukan di TPS. Yang diumumkan, adalah real count sementara hingga Kamis kemarin sekitar pukul 24.00 WIB.
"Real count ini belum 100 persen. Kita hari ini akan kumpulkan seluruh pengurus hingga tingkat kelurahan, untuk melengkapi rekap C-1 dari saksi, dan malam ini kami target selesai," tegasnya.
Berdasarkan rekap C-1 yang dilaporkan saksi poros PDIP, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Bekasi sebanyak 1.752.194, total suara masuk 1.227.856. Suara sah 1.217.468, dan suara tidak sah 10.388.
Berstatus sebagai pemenang pada pemilu legislatif lalu, namun PDIP Kota Bekasi tidak mampu meraih kemenangan di pilpres ini. "Ini sudah maksimal, walaupun belum pada titik kemenangan," tegasnya.
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Nicodemus Godjang mengatakan, meski telah mengakui kekalahan, namun tim koalisi pemenangan Jokowi-JK tidak akan melepas begitu saja hasil perhitungan secara manual di KPU.
"Kita akan terus kawal perhitungaan suara secara manual oleh KPU. Kita akan terus antisipasi potensi kecurangan," katanya. Menurutnya, kalah sembilan persen di Kota Bekasi akan terus dikawal hingga pusat.
Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dari poros Gerindra, menang di Kota Bekasi dengan selisih 9,32 persen dibandingkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Berdasarkan rekap C-1 yang dilaporkan saksi tim koalisi dari poros PDIP, pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta di Kota Bekasi berhasil meraup hingga 54,66 persen atau 665.496 suara.
Sedangkan pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK memperoleh 551.972 suara atau 45,34 persen. Dengan demikian pasangan nomor urut 1 peraih suara terbanyak di Kota Bekasi.
Ketua Relawan Jokowi Mania Kota Bekasi, Anim Imanudin mengatakan, hasil itu berdasarkan rekap C-1 ada sebanyak 3.030 orang. Jumlah itu sesuai dengan jumlah TPS di seluruh Kota Bekasi.
"Hasil real count yang diumumkan hari Sabtu ini baru 98 persen. Kami target hari ini rampung dan akan dilaporkan ke DPD Jawa Barat dan DPP," ujar Anim kepada Sindonews, Sabtu 12 Juli 2012.
Menurutnya, real count sudah direkap sejak perhitungan selesai dilakukan di TPS. Yang diumumkan, adalah real count sementara hingga Kamis kemarin sekitar pukul 24.00 WIB.
"Real count ini belum 100 persen. Kita hari ini akan kumpulkan seluruh pengurus hingga tingkat kelurahan, untuk melengkapi rekap C-1 dari saksi, dan malam ini kami target selesai," tegasnya.
Berdasarkan rekap C-1 yang dilaporkan saksi poros PDIP, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Bekasi sebanyak 1.752.194, total suara masuk 1.227.856. Suara sah 1.217.468, dan suara tidak sah 10.388.
Berstatus sebagai pemenang pada pemilu legislatif lalu, namun PDIP Kota Bekasi tidak mampu meraih kemenangan di pilpres ini. "Ini sudah maksimal, walaupun belum pada titik kemenangan," tegasnya.
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Nicodemus Godjang mengatakan, meski telah mengakui kekalahan, namun tim koalisi pemenangan Jokowi-JK tidak akan melepas begitu saja hasil perhitungan secara manual di KPU.
"Kita akan terus kawal perhitungaan suara secara manual oleh KPU. Kita akan terus antisipasi potensi kecurangan," katanya. Menurutnya, kalah sembilan persen di Kota Bekasi akan terus dikawal hingga pusat.
(kri)