Jimly Anggap Masyarakat Sudah Pintar Menilai Hasil Survei

Sabtu, 12 Juli 2014 - 23:32 WIB
Jimly Anggap Masyarakat...
Jimly Anggap Masyarakat Sudah Pintar Menilai Hasil Survei
A A A
JAKARTA - Hitung cepat (quick count) yang dilakukan oleh lembaga survei di pilpres menimbulkan polemik. Namun, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie mengatakan dirinya tidak mau anti terhadap lembaga survei.

Menurut Jimly, meski hasil hitung cepat yang telah dirilis beberapa lembaga survei menimbulkan polemik, masyarakat sudah pandai dalam menilai benar atau tidaknya sebuah informasi yang ditayangkan.

"Kita tidak boleh melarang lembaga survei di era demokrasi sekarang ini. Bahkan pasal yang membatasi tayangan pengumuman hasil survei juga sudah dihapus agar rakyat bisa menikmati secepatnya hasil riset ilmiah itu," ujar Jimly di kediamannya, Pondok Labu Indah, Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2014).

"Biarkan saja, toh itu hasil tidak resmi, nanti hasil resminya di KPU. Masyarakat sudah makin pintar," sambung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Ia pun mengimbau agar masyarakat dan seluruh pihak untuk mempercayakan putusan rekapitulasi suara Pilpres 2014 kepada lembaga resmi penyelenggara pemilu. Jika masih ada pihak yang tidak puas, lanjutnya, masih ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh melalui MK.

"Yang benar itu diputuskan oleh lembaga resmi (KPU). Kalau masih tidak puas juga, silakan bawa ke MK, itu nanti akan diputuskan oleh MK."

"Tapi, apakah putusan MK benar? Ya belum tentu juga. Mereka kan juga manusia. Tapi dalam rangka kehidupan bernegara, keputusan akhir ya adanya di MK, dan harus dianggap benar walaupun kadang-kadang salah. Biar Tuhan yang menilainya," pungkas Jimly

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengimbau kepada stasiun televisi untuk menghentikan tayangan hasil hitung cepat yang dirilis beberapa lembaga survei karena menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Ada empat lembaga survei yang mengunggulkan pasangan Prabowo-Hatta. Sementara delapan lembaga survei mengunggulkan pasangan Jokowi-JK.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved