Pilpres 2014 Dikotori Campur Tangan Asing

Sabtu, 12 Juli 2014 - 16:29 WIB
Pilpres 2014 Dikotori...
Pilpres 2014 Dikotori Campur Tangan Asing
A A A
YOGYAKARTA - Aroma intervensi asing dalam Pilpres 2014 tercium menyengat. Jenderal Soedirman Center menilai banyak bukti bentuk-bentuk intervensi asing, di antaranya keberpihaan media asing dalam pemberitaan kepada salah satu capres dan melakukan pembunuhan karakter capres lain.

Bentuk intervensi yang lebih nyata adalah yang dilakukan Duta Besar Amerika di Jakarta Robert Blake. Lewat tulisannya pada Juni di Wall Street Journal, Blake mendiskreditkan Prabowo Subianto.

Selain itu, ada keterangan pers yang menyebutkan capres nomor urut 2 sebagai pemenang Pilpres 2014. Padahal, hasil Pilpres itu baru akan diumumkan pada 22 Juli nanti, setelah menghitung semua perolehan suara.

Ketua Umum JSC Bugiakso menduga ada skenario terorganisir untuk menggalang dukungan dalam menekan KPU, terkait perhitungan dan penetapan Pilpres 2014. Ada pembentukan opini jika capres Jokowi-JK pemenang meski dalam versi quik count.

"Hasil resmi pilpres baru akan diumumkan 22 Juli nanti, tapi sejak 9 Juli secara serempak media asing sudah memberitakan Jokowi adalah pemenang," kata Bugiakso di Pendapa JSC, Donolayan, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (12/7/2014).

Bugiakso menyampaikan, beberapa pemberitaan asing yang dinilai sebagai bentuk intervensi dalam pilpres adalah ABC News Australia yang memberitakan Jokowi memenangkan pilpres dengan mewawancara Director Roy Morgan, suatu lembaga polling yang menyatakan capres pasangan nomor urut 2 sebagai pemenang.

"Lembaga Roy Morgan sudah terbukti salah memprediksi hasil pileg lalu dengan mengatakan bahwa Jokowi effect akan membawa PDIP memenangkan 35 persen kursi di parlemen. Roy Morgan meleset 17 persen, karena PDIP mendapat 18 persen parlemen, kok bisa suatu lembaga polling sudah kelas dunia meleset 17 persen prediksinya," kata Bugi penuh tanda tanya.

Sedangkan bentuk intervensi yang dilakukan Dubes Amerika, Menteri Luar Negeri Marty Natalagawa sudah menegur yang bersangkutan. Dubes Amerika Robert Blake sudah melanggar kode etik diplomasi dengan melakukan campur tangan Pilpres 2014.

Republik ini, kata Bugiakso, merdeka atas perjuangan berdarah-darah para pahlawan dalam melawan penjajahan. Untuk itu, JSC meminta agar komponen bangsa jangan menjual martabat kepada asing dengan menggalang opini untuk menekan KPU.

"Janganlah Pilpres 2014 ini kita kembali dijajah oleh kekuatan asing yang secara gamblang melakukan intervensi untuk mengarahkan dukungan bagi calon tertentu," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, JSC memberikan dukungan pada Capres Prabowo Subianto. "Kami tidak mempermasalahkan siapa yang menang, tapi bentuk-bentuk intervensi asing ini yang mengusik hati kami," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved