Lembaga Survei Diminta Jangan Berupaya Intervensi KPU

Sabtu, 12 Juli 2014 - 11:34 WIB
Lembaga Survei Diminta...
Lembaga Survei Diminta Jangan Berupaya Intervensi KPU
A A A
JAKARTA - Lembaga survei diminta jangan berupaya mengintervensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam proses rekapitulasi suara nasional Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Nurul Arifin selaku anggota tim pemenangan calon presiden (capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berharap semua pihak memberi kesempatan kepada KPU untuk bekerja menyelesaikan proses rekapitulasi suara.

"Jangan ada upaya yang dipaksakan untuk mendikte institusi demokrasi yamg sebenarnya (KPU)," kata Nurul Arifin, melalui pesang singkat kepada wartawan, Sabtu (12/7/2014).

Nurul juga menyinggung pernyataan Derektur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi. Menurutnya, pernyataan Burhanudin terlalu dini menuding KPU melakukan kesalahan jika hasil rekapitulasi suara nasionalnya tidak sesuai dengan hasil hitung cepat (quick count) dengan lembaga surveinya dinilai sudah melangkahi kewenangan KPU.

"Lembaga-lemabaga survei jangan bersikap di atas wewenang KPU dan membajak demokrasi," cetusnya.

Maka itu, politikus Partai Golkar ini berharap KPU memiliki pendirian tegas dan tidak terpengaruh dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei.

"KPU juga harus tegar dan tegas dalam menghadapi berbagai intervensi yang datang. Bawaslu harus fair dan tidak berpihak. Jika ada pelanggaran yang tidak sesuai aturan, segera saja ditindak," tegasnya.

Sebelumnya di media Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi merasa hasil quick count yang dilakukan lembaganya sudah benar. Bahkan dengan lantang, Burhanudin menuding KPU salah jika hasil real count nya berbeda dengan hasil quick count miliknya.

Dalam quick count yang dilakukan Burhanudin memenangkan pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan perolehan 52.95 persen. Sementara pasangan capres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya memperoleh 47,05 persen.

"Kalau hasil hitungan resmi KPU nanti terjadi perbedaan dengan lembaga survei yang ada di sini, saya percaya KPU yang salah dan hasil hitung cepat kami tidak salah," kata Burhan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 10 Juli 2014.

Dalam konferensi persnya itu juga hadir perwakilan survei yang memenangkan pasangan Jokowi-JK. Lembaga itu adalah Populi Center, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Litbang Kompas, Radio Republik Indonesia (RRI), Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dan Cyrus yang bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS).
(kur)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved