Tim Prabowo-Hatta Laporkan Cyrus ke Bawaslu

Jum'at, 11 Juli 2014 - 22:18 WIB
Tim Prabowo-Hatta Laporkan...
Tim Prabowo-Hatta Laporkan Cyrus ke Bawaslu
A A A
JAKARTA - Tim advokasi pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa melaporkan lembaga survei Cyrus kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lembaga survei rujukan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tersebut diduga tidak independen dalam mengumumkan hasil hitung cepat (quick count) Pemilu Presiden 9 Juli kemarin.

Anggota tim advokasi Prabowo-Hatta, Maulana Bungaran, menyatakan dari penelusuran timnya, lembaga Cyrus pernah menjadi konsultan politik pemenangan Jokowi sewaktu mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dugaan kuat, Cyrus kembali menjadi konsultan Jokowi pada pemilu presiden ini.

"Hampir dapat dipastikan lembaga ini (Cyrus) juga tidak independen, partisan dan berpihak pada Jokowi," ujar Maulana di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (11/7/2014).

Maulana melanjutkan, dalam perkara itu, tim advokasi Prabowo-Hatta menginformasikan pimpinan Cyrus, Hasan Nasbi A, juga berstatus terlapor di Bawaslu atas dugaan kampanye hitam terhadap pasangan Prabowo-Hatta di akun Twitter miliknya.

"Hasan juga mendirikan Laskar Biji Kopi, organisasi relawan yang berafiliasi ke Jokowi-JK," ungkapnya.

Menurut Maulana, rilis survei atau quick count yang diumumkan Cyrus pada 9 Juli kemarin diduga bentuk pelanggaran pemilu. Hal itu katanya, mengacu pada Undang-undang Nomor 42 tahun 2008 tentang pemilu presiden dan wakil presiden yang mengatur bahwa pelaksanaan hitung cepat tidak boleh menunjukkan keberpihakan, yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Cyrus bersama Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengumumkan dalam quick count-nya pasangan Jokowi-JK unggul atas Prabowo-Hatta. Jokowi-JK memperoleh suara 51,9 persen. Sementara pasangan Prabowo-Hatta meraih 48,1 persen pasca pemungutan suara 9 Juli kemarin.
(hyk)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved