Parpol Diminta Tugaskan Petugas Andal Jadi Saksi

Jum'at, 11 Juli 2014 - 13:03 WIB
Parpol Diminta Tugaskan...
Parpol Diminta Tugaskan Petugas Andal Jadi Saksi
A A A
JAKARTA - Organisasi pemantau pemilu, Kemitraan, memberi catatan lemahnya saksi yang dimiliki partai politik (parpol) pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang ditugaskan mengawal perolehan suara di lapangan.

Program Manager dan Koordinator Pemantau Kemitraan, Wahidah Suaib menyatakan, seharusnya pemilu presiden yang hanya diikuti dua kontestan menjadi modal utama dan konsolidasi para saksi parpol yang ditugaskan seperti di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Wahidah berharap, dari sisi jumlah dan kualitas, para pengawas dan pengawal perolehan suara yang dilakukan para saksi parpol menjadi kuat. Sebab, kontestan pemilu presiden semua sudah mengenali.

"Saksi mampu menjadi korektor yang handal atas kesalahan atau pelanggaran. Dan saksi tidak menjadi bagian dari politik transaksional yang menciderai jak pemilih dan pasangan calon lain," ujar Wahidah, saat diskusi pemantauan, di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (11/7/2014).

Selain mengharapkan kepada saksi parpol yang berkualitas, Kemitraan juga meminta penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar menjaga netralitas dan profesional saat dilakukan rekapitulasi secara berjenjang.

Menurut Wahidah, sinergitas kerjasama antara KPU dan Bawaslu dibutuhkan saat sekarang menjelang penentuan pemenang pemilu presiden 22 Juli mendatang. Kedua lembaga tersebut diminta tegas jika ada anggotanya yang terindikasi melakukan kecurangan dan tidak berintegritas.

"Agar Bawaslu proaktif melakukan langkah pencegahan pelanggaran dan tegas menindaklanjuti temuan atau laporan pelanggaran yang ada," ungkapnya.

Disamping itu, catatan paling penting dari Kemitraan adalah soal kontribusi masyarakat dalam mengawal dan mengawasi rekapitulasi berjenjang pemilu presiden. Wahidah berpendapat, tanpa laporan dan informasi dari masyarakat 'kongkalikong' antara penyelenggara dan peserta pemilu sulit terdeteksi.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved