Soal Gaza, Opik Berharap Umat Islam Bersatu

Jum'at, 11 Juli 2014 - 00:34 WIB
Soal Gaza, Opik Berharap...
Soal Gaza, Opik Berharap Umat Islam Bersatu
A A A
SAMARINDA - Penyanyi religi Opik meminta umat Islam untuk bersatu mengenai konflik di Jalur Gaza, Palestina. Jika tidak bersatu, invasi Israel tak akan pernah ada yang bisa membendung.

“Umat Islam di seluruh dunia sampai saat ini tak berdaya, tak bisa berbuat apa-apa. Karena apa?, karena umat Islam bercerai berai, bukan tidak bisa disatukan, umat Islam tidak mau bersatu,” kata Opik saat ditemui di kegiatan buka bersama Telkomsel dan 1000 anak panti asuhan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (10/7/2014).

Saat ini, katanya, harus ada tindakan serius untuk menghentikan invasi Israel ke Jalur Gaza. Jika tidak, maka korban akan terus berjatuhan. Harus ada protes keras dari umat Islam atas serangan itu.

“Kita harus prihatin, kita tidak usah ngonmong alirannya apa, modelnya islam seperti apa, pakai hati nurani saja. Kita protes, kita harus kumpulkan seluruh umat islam, kita protes kepada pemerintah (Indonesia) untuk menekan dunia,” tambahnya.

Opik menceritakan, pada tahun 2012 lalu dia pernah bersama rombongan dari Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan langsung kepada pengungsi di Jalu Gaza.

Namun untuk saat ini, bantuan sulit dikirimkan karena diblokir oleh negara-negara di perbatasan.

“Sepanjang jalan saya ke Samarinda tidak berhenti air mata bercucuran melihat gambar yang dikirimkan teman-teman di sana (Palestina). Ada anak bayi yang terbakar, ada kakak mati sedang memeluk adiknya. Kita harus protes keras,” kata Opik.

Dari pengalaman berkunjung ke Jalur Gaza, Opik bersama masyarakat Indonesia lainnya kebingungan mengirimkan bantuan.

Sebab nyaris semua pintu perbatasan ditutup. Tak ada yang bisa masuk ke Jalur Gaza, apalagi keluar.

“Negara-negara di perbatasan Gaza tidak ada yang membantu sedikitpun. Contohnya Mesir, banyak anak yang menjadi korban namun tidak bisa dirujuk ke rumah sakit di Mesir. Di perbatasan Rafah mereka tidak diberi jalan. Mereka kadang-kadang mati, mati di pintu perbatasan,” timpalnya.

Dia menambahkan, Pemerintahan Mesir menutup akses keluar masuk perbatasan Mesir – Jalur Gaza. Bahkan terowongan yang biasa digunakan masyarakat Palestina juga dihancurkan Pemerintahan Mesir yang baru. “Gaza seperti penjara besar,” tegasnya.

Kepada Pemerintah Indonesia, Opik berharap ada tekanan, terutama di PBB, sehingga bisa menekan Israel untuk menghentikan serangannya. Bangsa Indonesia, katanya, harus mendukung Palestina.
(sms)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved