Din: Hasil Survei Timbulkan Potensi Konflik di Masyarakat

Kamis, 10 Juli 2014 - 16:41 WIB
Din: Hasil Survei Timbulkan...
Din: Hasil Survei Timbulkan Potensi Konflik di Masyarakat
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku setuju jika sejumlah lembaga survei dilakukan audit untuk memastikan apakah selama ini metode yang digunakan berdasarkan metedologi dan kaidah ilmiah dalam memprediksi hasil pemilu.

Menurut Din, perbedaan hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei cukup membingungkan masyarakat. Bahkan, perbedaan tersebut berpotensi menyulut konflik di masyarakat.

"Karena hasil lembaga survei itu ternyata telah menimbulkan potensi masalah di tubuh bangsa ini. Sehingga kedua belah pihak mengklaim kemenangan," ujar Din di Kantor DPP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2014).

Din menjelaskan, seharusnya perbedaan hasil hitung cepat bisa dihindarkan, jika masing-masing lembaga survei berpedoman pada kaidah penelitian dan metode yang tepat. Namun, ia khawatir justru hitung cepat lembaga survei dilakukan karena ada pesanan.

Sejauh ini dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga kode etik seperti Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) untuk mengaudit keberadaan survei tersebut. Dari situ, katanya, lembaga survei gampang diukur kepantasannya.

"Seharusnya pemenangnya ada satu. Jika ada perbedaan pasti ada yang salah. Tapi kalau nanti ada lembaga yang tidak benar harus di sanksi," ungkapnya.

Terlepas dari peran lembaga survei, tambah Din, dirinya berharap penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu tetap bersikap netral dan profesional. Apalagi, netralitas KPU dan Bawaslu saat ini diuji menjelang penghitungan resmi (real count) di KPU pada 22 Juli mendatang.

"Selama mereka (penyelenggara pemilu) tidak jujur dan ada intervensi maka membuka peluang bagi konflik di tubuh bangsa ini," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Etik Suryani dan Kepala Dinas PU, Sejumlah Dokumen Disita
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved