Lecehkan Umat Islam, The Jakarta Post Diminta Diproses Hukum

Selasa, 08 Juli 2014 - 14:16 WIB
Lecehkan Umat Islam,...
Lecehkan Umat Islam, The Jakarta Post Diminta Diproses Hukum
A A A
JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 semua pihak diminta ikut menjaga suasana kondusif. Namun, munculnya karikatur dalam harian The Jakarta Post sangat disayangkan.

Karikatur seorang milisi menaikkan bendera bersimbol Islam disertai gembar tengkorak dianggap bisa memicu emosi kaum muslim, karena karikatur itu jelas-jelas telah menodai agama Islam.

"Sebelumnya ada pernyataan ngawur dari romo Magnis tentang bahaya Islam garis keras di kubu Prabowo, gambar karikatur ini juga mengarah ke situ. Apalagi semua orang paham Jakarta Post secara terbuka telah mendukung Jokowi sebagai capres. Sangat disayangkan penodaan ini terjadi pada bulan suci Ramadan," ujar pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Iswandi Syahputra dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (8/7/2014).

Menurutnya, sikap media nasional berbahasa Inggris tersebut harus diproses secara hukum, tidak cukup sekadar menyampaikan permohonan maaf. "Tahun 2008 koran terkemuka di Denmark, Jyllands-Posten pernah memuat karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad, sontak seluruh dunia Islam murka, termasuk Indonesia," tukasnya.

Sebelumnya ramai di sosial media mengenai gambar karikatur yang dimuat harian The Jakarta Post. Dalam karikatur itu terdapat simbol Islam dan gambar tengkorak di sebuah bendera yang tengah dikibarkan oleh seorang milisi.

Semakin ramainya kritik dari publik, The Jakarta Post akhirnya meminta maaf dan mengakui karikatur itu mengandung unsur simbolisme agama. Media tersebut juga menjelaskan pihaknya tidak ada niat untuk menyerang maupun tidak menghormati agama tertentu.
(kur)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap yang Menjerat Bupati dan Sekda Kuansing
Perkuat Kualitas Informasi,...
Perkuat Kualitas Informasi, Pegadaian Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi Ratusan Jurnalis
Kemendukbangga Siapkan...
Kemendukbangga Siapkan Program Ayah Idaman untuk Tingkatkan Partisipasi KB Pria
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved