Diunggulkan Sejumlah Survei, Prabowo-Hatta Diprediksi Menang
Senin, 07 Juli 2014 - 19:13 WIB
Diunggulkan Sejumlah Survei, Prabowo-Hatta Diprediksi Menang
A
A
A
JAKARTA - Lebih dari sepuluh lembaga survei telah mengungkap tren kenaikan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menjelang pelaksanaan Pilpres 2014 mendatang.
Tren ini semakin diperkuat Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang merilis hasil surveinya Minggu 6 Juli kemarin. Disebutkan pasangan Prabowo-Hatta mendapat respon publik sebesar 47,93 persen dan Jokowi-JK 43,05 persen.
Pengamat politik Pusat Kajian Politik Islam dan Pancasila Yudha Firmansyah meyakini, dari sejumlah survei ini bisa disimpulkan, kemungkinan besar pasangan Prabowo-Hatta akan memenangkan pilpres yang akan digelar 9 Juli lusa.
“Saya kira bakal menang," ujar Yudha meyakini, saat dihubungi, Senin (7/7/2014).
Yudha mengaku mempercayai hasil survei sejumlah lembaga tersebut. Dia meminta sejumlah lembaga itu tidak perlu dicurigai melakukan kebohongan. "Masa iya semuanya bohong. Lebih dari sepuluh lembaga survei lho. Kalau bohong di mana letak kebohongannya, jangan apriori,” katanya.
Sebaliknya, kata Yudha, yang perlu dipertanyakan adalah sejumlah lembaga yang sering merilis survei pemilu atau pilkada namun hening di momen seperti ini. Padahal ketika Jokowi diumumkan sebagai calon presiden, lembaga-lembaga itu berlomba-lomba mengeluarkan survei.
“Apa karena faktor kenaikan Prabowo-Hatta? Apa karena Jokowi-JK disalip? Dulu getol banget tuh rilis survei, apalagi waktu momentum Pileg,” tukasnya.
Sikap lembaga-lembaga itu tidak mengeluarkan survei di momen yang penting ini, menurut Yudha, perlu dicurigai. Sebab ada kemungkinan lembaga itu menyimpan informasi yang benar untuk diketahui publik.
“Kalau menang ya katakan menang, meningkat atau menurun. Kalau yang merilis survei kan bisa dikejar tuh, dibongkar metodologinya, dikritik. Nah yang diam ini yang bahaya,” pungkasnya.
Tren ini semakin diperkuat Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang merilis hasil surveinya Minggu 6 Juli kemarin. Disebutkan pasangan Prabowo-Hatta mendapat respon publik sebesar 47,93 persen dan Jokowi-JK 43,05 persen.
Pengamat politik Pusat Kajian Politik Islam dan Pancasila Yudha Firmansyah meyakini, dari sejumlah survei ini bisa disimpulkan, kemungkinan besar pasangan Prabowo-Hatta akan memenangkan pilpres yang akan digelar 9 Juli lusa.
“Saya kira bakal menang," ujar Yudha meyakini, saat dihubungi, Senin (7/7/2014).
Yudha mengaku mempercayai hasil survei sejumlah lembaga tersebut. Dia meminta sejumlah lembaga itu tidak perlu dicurigai melakukan kebohongan. "Masa iya semuanya bohong. Lebih dari sepuluh lembaga survei lho. Kalau bohong di mana letak kebohongannya, jangan apriori,” katanya.
Sebaliknya, kata Yudha, yang perlu dipertanyakan adalah sejumlah lembaga yang sering merilis survei pemilu atau pilkada namun hening di momen seperti ini. Padahal ketika Jokowi diumumkan sebagai calon presiden, lembaga-lembaga itu berlomba-lomba mengeluarkan survei.
“Apa karena faktor kenaikan Prabowo-Hatta? Apa karena Jokowi-JK disalip? Dulu getol banget tuh rilis survei, apalagi waktu momentum Pileg,” tukasnya.
Sikap lembaga-lembaga itu tidak mengeluarkan survei di momen yang penting ini, menurut Yudha, perlu dicurigai. Sebab ada kemungkinan lembaga itu menyimpan informasi yang benar untuk diketahui publik.
“Kalau menang ya katakan menang, meningkat atau menurun. Kalau yang merilis survei kan bisa dikejar tuh, dibongkar metodologinya, dikritik. Nah yang diam ini yang bahaya,” pungkasnya.
(hyk)