Tiran dan Fasis Itu Justru Pihak Jokowi

Rabu, 02 Juli 2014 - 16:55 WIB
Tiran dan Fasis Itu...
Tiran dan Fasis Itu Justru Pihak Jokowi
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan tidak membenarkan tindakan kubu capres nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), yang membawa persoalan Tabloid Obor Rakyat ke ranah hukum.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini menilai, opini harus dilawan dengan opini, tabloid dilawan dengan tabloid.

"Kalau misalnya masyarakat kita berbeda pendapat langsung diberangus medianya, itu keliru," kata Ramadhan di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (2/6/2014).

"Kalau di situ (Obor Rakyat) diberitakan Jokowi adalah nonmuslim atau keturunan Tionghoa, seharusnya bisa diklarifikasi. Jadi gini, opini seharusnya dilawan dengan opini, tabloid dilawan dengan tabloid," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menyayangkan tindakan Dewan Pers. Menurutnya, Dewan Pers telah melakukan tindakan gegabah. Seperti diketahui, pihak Dewan Pers telah menyatakan Tabloid Obor Rakyat bukanlah produk jurnalistik karena pemberitaannya tidak berimbang.

"Mereka (Dewan Pers) mengatakan Obor Rakyat bukan jurnalisme karena tidak cover both side tanpa mendengarkan kesaksian dan keterangan Darmawan ataupun Setiyardi. Kalau begitu apakah Dewan Pers juga selalu buka semua koran-koran itu, coba periksa dia berimbang atau tidak beritanya," ucapnya.

"Artinya dengarkan dulu keterangan orang dulu. Jangan ujug-ujug mengatakan ini bukan jurnalisme. Pembelaan terhadap Obor Rakyat ini seperti yang saya lakukan saat Arswendo dulu ditahan gara-gara opini di Monitor," imbuhnya.

Atas peristiwa pelaporan Tabloid Obor Rakyat tersebut, Ramadhan itu menuding pihak Jokowi sebagai tiran dan fasis. "Justru sikap tiran dan fasis itu ada di pihak Jokowi karena kebenaran itu hanya dipihaknya," tuturnya.

"Orang lain pasti salah aja. Jadi tidak bisa menerima perbedaan. Ya hari ini bisa terjadi kepada Obor Rakyat. Besok saat dia berkuasa, bisa jadi ini terjadi kepada media-media lain," tambahnya.

Ia mengaku, meski pihaknya sering diberitakan dengan kabar-kabar miring, namun Prabowo tidak pernah memermasalahkan hal tersebut.

"Dia (Prabowo) pernah diberitakan sebagai pembunuh. Dan hal itu didiamkan. Itulah sikap demokrat beliau. Kan ada tabloid yang bilang dia pembunuh, buktinya enggak dipenjarakan sama dia," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved