Iklan Kenapa Harus Jokowi Dinilai Bentuk Kepanikan

Selasa, 01 Juli 2014 - 21:22 WIB
Iklan Kenapa Harus Jokowi...
Iklan Kenapa Harus Jokowi Dinilai Bentuk Kepanikan
A A A
JAKARTA - Iklan pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang dimuat di sebuah surat kabar dengan judul Kenapa Harus Jokowi? dinilai telah mendiskreditkan Prabowo Subianto.

"Ini bagian strategi mereka untuk mendiskreditkan, pasangan nomor satu (Prabowo-Hatta)," kata anggota Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Prabowo Hatta, Andre Rosiade di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2014).

Andre menilai iklan itu sebagai bentuk kepanikan kubu Jokowi-JK. Sebab elektabilitas pasangan ini kalah dari Prabowo di sejumlah lembaga survei.

"Bukan (iklan) ini saja, isu pelanggaran HAM, merupakan langkah panik saja karena elektabilitas Pak Prabowo semakin mengungguli dan meningkat," tutur Andre.

Dia pun meyakini pola seperti itu tidak akan berhasil mempengaruhi persepsi masyarakat. "Masyarakat kita semakin cerdas dari kampanye hitam itu," tandasnya.

Sebelumnya, Tim Advokasi Prabowo-Hatta melaporkan dua persoalan dugaan kampanye hitam kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), salah satunya ialah iklan berjudul Kenapa Harus Jokowi? yang dimuat di sebuah surat kabar.

Dalam iklan itu digambarkan Jokowi sosok presiden dekat dengan rakyat sementara capres lainnya berjarak dengan rakyat.
(dam)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved