Isi Spanduk yang Buat Kubu Prabowo Kesal

Senin, 30 Juni 2014 - 13:31 WIB
Isi Spanduk yang Buat...
Isi Spanduk yang Buat Kubu Prabowo Kesal
A A A
JAKARTA - Tim Advokasi Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mengaku keberatan terhadap spanduk yang diduga kampanye hitam yang dipajang di sekitar arena debat cawapres, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Minggu 29 Juni 2014 malam.

Dua spanduk yang sempat terekam dan terdokumentasikan tim pasangan Prabowo-Hatta antara lain, pertama spanduk yang bergambar atribut kampanye Prabowo-Hatta dengan lambang Garuda Merah bernomor urut 1.

"Disertai tulisan darah penculikan aktivis, Lapindo, tabrak lari dan terorisme. Di samping gambar Garuda Merah itu terdapat gambar lambang negara Pancasila dengan nomor urut 2 lengkap dengan tulisan lima sila," ujar Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Spanduk kedua, kata Habiburokhman berbentuk gambar para aktivis 98 korban penculikan yang disandingkan dengan gambar capres nomor 1 Prabowo Subianto. "Dengan tulisan kalimat sang capres penculik dan kembalikan kawan kami," ungkapnya.

Habiburokhman berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bertindak cepat menindaklanjuti laporannya. Jika hal itu dibiarkan, maka semakin merugikan pasangan Prabowo-Hatta.

Dia menjelaskan, gambar dan tulisan spanduk yang terpampang di sekitar arena debat cawapres tadi malam diduga melanggar kampanye dan bentuk kampanye hitam.

Menurut dia, gambar dan tulisan spanduk yang terpampang disekitar arena debat cawapres tadi malam diduga melanggar kampanye dan bentuk kampanye hitam. Sebab, selain mengarah kepada tindakan fitnah dan hinaan, spanduk tersebut juga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008, Pasal 41 ayat (1) huruf c dan huruf i menyoal peraturan pemilu presiden.

"Faktanya, pasangan Prabowo-Hatta sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan kasus penculikan aktivis, kasus Lapindo dan kasus-kasus terorisme," tutur Habiburokhman.
(dam)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved