Prabowo Minta Indonesia Jangan Bermental Kalah
Sabtu, 28 Juni 2014 - 16:05 WIB
Prabowo Minta Indonesia Jangan Bermental Kalah
A
A
A
JAKARTA - Bangsa Indonesia perlu melakukan revitalisasi kebudayaan agar rasa rendah diri dan mental kalah bisa dihilangkan. Hal ini penting dilakukan agar Indonesia bisa maju.
Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto meminta kepada rakyat Indonesia untuk bangga dengan keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Misalnya, bangga dengan musik daerah, seni daerah, dan filosofi budaya nenek moyang.
Faktor inilah, kata Prabowo yang mendorong rakyat untuk merdeka. "Mental orang kalah, bangsa yang kalahan, ini tantangan kita dalam budaya. Rasa rendah diri kita, ini yang harus kita atasi," ujar Prabowo dalam cara dialog kebudayaan bertema Kebudayaan dan Presiden di Grand Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (28/6/2014).
Pada kesempatan itu Prabowo mengaku prihatin dengan sikap generasi sekarang yang kurang mengenal budayanya sendiri. Maka itu, capres nomor urut 1 ini mengajak seluruh komponen bangsa untuk melestarikan budaya dalam tindakan sehari-hari.
"Anak-anak kita lebih senang ke McD (Mc Donalds) dari pada ke Prambanan, Borobudur. Ini tantangan ke depan," cetusnya.
Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini berjanji, bersama Hatta siap berkomitmen untuk menjaga kebudayaan Indonesia dengan filosofi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika menghargai perbedaan Suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Ini dorongan dalam hati kita. Kita ingin bebas secara spiritual, intelektual, budaya dan ekonomi," tukasnya.
Dialog kebudayaan ini menghadirkan sejumlah budayawan dan cendekiawan Indonesia sebagai panelis, di antaranya sastrawan Radhar Panca Dahana, sejarahwan Taufik Abdullah, penyair Zawawi Imron, budayawan Abdul Hadi WM, sosiolog Thamrin Amal Tomagola, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Meutia Hatta.
Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto meminta kepada rakyat Indonesia untuk bangga dengan keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Misalnya, bangga dengan musik daerah, seni daerah, dan filosofi budaya nenek moyang.
Faktor inilah, kata Prabowo yang mendorong rakyat untuk merdeka. "Mental orang kalah, bangsa yang kalahan, ini tantangan kita dalam budaya. Rasa rendah diri kita, ini yang harus kita atasi," ujar Prabowo dalam cara dialog kebudayaan bertema Kebudayaan dan Presiden di Grand Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (28/6/2014).
Pada kesempatan itu Prabowo mengaku prihatin dengan sikap generasi sekarang yang kurang mengenal budayanya sendiri. Maka itu, capres nomor urut 1 ini mengajak seluruh komponen bangsa untuk melestarikan budaya dalam tindakan sehari-hari.
"Anak-anak kita lebih senang ke McD (Mc Donalds) dari pada ke Prambanan, Borobudur. Ini tantangan ke depan," cetusnya.
Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini berjanji, bersama Hatta siap berkomitmen untuk menjaga kebudayaan Indonesia dengan filosofi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika menghargai perbedaan Suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Ini dorongan dalam hati kita. Kita ingin bebas secara spiritual, intelektual, budaya dan ekonomi," tukasnya.
Dialog kebudayaan ini menghadirkan sejumlah budayawan dan cendekiawan Indonesia sebagai panelis, di antaranya sastrawan Radhar Panca Dahana, sejarahwan Taufik Abdullah, penyair Zawawi Imron, budayawan Abdul Hadi WM, sosiolog Thamrin Amal Tomagola, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Meutia Hatta.
(kur)