Laporan Kubu Prabowo-Hatta yang Mengambang di Bawaslu
Kamis, 26 Juni 2014 - 17:49 WIB
Laporan Kubu Prabowo-Hatta yang Mengambang di Bawaslu
A
A
A
JAKARTA - Tim advokasi pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menagih proses penanganan sejumlah kasus yang ditangani Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tim advokasi menilai penanganan perkara di Bawaslu cenderung mengambang dan tidak jelas penanganannya.
Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman mengatakan justru kasus yang dilaporkan terhadap kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla mayoritas diputus Bawaslu tidak melanggar pemilu.
"Sebagaimana yang kami alami sebagai pelapor kasus spanduk prahara yang menyimpang dari undang-undang, kasus dugaan kampanye hitam Saiful Muzani, itu seperti apa," ungkap Habib, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Habib menjelaskan, sejumlah kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan tim advokasi Prabowo-Hatta sampai sekarang belum di publikasikan secara jelas kepada masyarakat.
Padahal, kata Habib, sebagian laporan yang masuk kepada tim advokasi Prabowo-Hatta, mayoritas didapat dari laporan masyarakat.
"Ucapan JK (Jusuf Kalla) soal capres dor, hingga sekarang kami tidak mendapat pemberitahuan soal bagaimana keputusannya. Selama ini kami hanya mendapat informasi penanganan kasus itu sepotong-potong dari media massa," tutupnya.
Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman mengatakan justru kasus yang dilaporkan terhadap kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla mayoritas diputus Bawaslu tidak melanggar pemilu.
"Sebagaimana yang kami alami sebagai pelapor kasus spanduk prahara yang menyimpang dari undang-undang, kasus dugaan kampanye hitam Saiful Muzani, itu seperti apa," ungkap Habib, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Habib menjelaskan, sejumlah kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan tim advokasi Prabowo-Hatta sampai sekarang belum di publikasikan secara jelas kepada masyarakat.
Padahal, kata Habib, sebagian laporan yang masuk kepada tim advokasi Prabowo-Hatta, mayoritas didapat dari laporan masyarakat.
"Ucapan JK (Jusuf Kalla) soal capres dor, hingga sekarang kami tidak mendapat pemberitahuan soal bagaimana keputusannya. Selama ini kami hanya mendapat informasi penanganan kasus itu sepotong-potong dari media massa," tutupnya.
(kri)