Bawaslu Diminta Klarifikasi Prabowo Soal Surat Pribadi
Kamis, 26 Juni 2014 - 13:16 WIB
Bawaslu Diminta Klarifikasi Prabowo Soal Surat Pribadi
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memanggil Prabowo Subianto terkait beredarnya surat pribadi atas nama capres nomor urut 1 itu.
"Karena jelas di sini tercantum nama Pak Prabowo di surat pribadi yang kami terima. Kami tunggu langkah Bawaslu nantinya seperti apa," ujar Retno, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Menurut Retno, beredarnya surat pribadi itu bukan saja ditujukan kepada guru yang masih hidup. Katanya, guru yang sudah meninggal pun juga kebagian surat tersebut.
Dia berpendapat, seharusnya Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengetahui kasus tersebut. Pasalnya, beredarnya surat atas nama Prabowo Subianto tersebar di wilayah yang menjadi kewenangannya.
Dia mengungkapkan, kasus serupa pernah terjadi pada saat Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu. Katanya, saat itu sebagian guru mendapat surat pribadi atas nama ARB, diduga Aburizal Bakrie, ketua Umum DPP Partai Golkar.
"Ini sama seperti ARB sebelumnya yang mengirim surat ke sekolah pada saat pemilu legislatif kemarin," tambahnya.
Diduga surat pribadi atas nama capres bernomor urut 1 beredar di sejumlah sekolah di Jakarta seperti SMA 76, SMA 100, SMA 75, SMK 56 dan SMK Swasta Poncol. Surat tersebut diduga beredar sejak sepekan lalu. "Kalau di sekolah kami dapat Senin kemarin," tungkasnya.
"Karena jelas di sini tercantum nama Pak Prabowo di surat pribadi yang kami terima. Kami tunggu langkah Bawaslu nantinya seperti apa," ujar Retno, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Menurut Retno, beredarnya surat pribadi itu bukan saja ditujukan kepada guru yang masih hidup. Katanya, guru yang sudah meninggal pun juga kebagian surat tersebut.
Dia berpendapat, seharusnya Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengetahui kasus tersebut. Pasalnya, beredarnya surat atas nama Prabowo Subianto tersebar di wilayah yang menjadi kewenangannya.
Dia mengungkapkan, kasus serupa pernah terjadi pada saat Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu. Katanya, saat itu sebagian guru mendapat surat pribadi atas nama ARB, diduga Aburizal Bakrie, ketua Umum DPP Partai Golkar.
"Ini sama seperti ARB sebelumnya yang mengirim surat ke sekolah pada saat pemilu legislatif kemarin," tambahnya.
Diduga surat pribadi atas nama capres bernomor urut 1 beredar di sejumlah sekolah di Jakarta seperti SMA 76, SMA 100, SMA 75, SMK 56 dan SMK Swasta Poncol. Surat tersebut diduga beredar sejak sepekan lalu. "Kalau di sekolah kami dapat Senin kemarin," tungkasnya.
(kri)