Kubu Prabowo Anggap Tantangan Wiranto Bentuk Kepanikan
Rabu, 25 Juni 2014 - 07:06 WIB
Kubu Prabowo Anggap Tantangan Wiranto Bentuk Kepanikan
A
A
A
JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa merasa tak perlu meladeni tantangan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto agar menyampaikan keberatan secara langsung terhadapnya, menyangkut surat pemberhentian di sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan kasus penculikan sejumlah aktivis medio akhir 1997 hingga awal 1998.
Deputi Relawan Tim Kamnas Prabowo-Hatta, Idrus Sambo mengatakan, hal tersebut sengaja dilakukan Wiranto untuk memancing agar Prabowo mengeluarkan pernyataan. Namun, nyatanya Prabowo tidak akan menanggapi hal itu.
"Jadi istilahnya tim kami yang akan berbicara. Pak Prabowo tidak. Kita yang keberatan karena itu bagian dari black campaign. Akan merendahkan Prabowo jika dia sendiri yang hadapi hal ini," ujarnya kepada Sindonews di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa 24 Juni 2014 malam.
Tidak menganggap tantangan ini sebagai masalah personal, lantas, Idrus mengatakan pihaknya akan memilih jalur formal, yaitu melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Apapun keputusan Bawaslu, pihaknya akan menghargai.
"Ya, kami tidak akan hadapi langsung. Kita pilih jalur formal yang ada, yaitu melalui Bawaslu. Itu bagian dari langkah hukum. Kita kan tahu KPU telah melakukan verifikasi terhadap para calon presiden," tandasnya.
Ia menilai, pernyataan Wiranto terkait tuduhan Prabowo terlibat penculikan aktivis sebagai bagian dari black campaign. Selain itu, pernyataan Wiranto juga telah membantah keputusan KPU yang telah menyatakan Prabowo terbebas dari pelanggaran HAM masa lalu.
"Secara personal Prabowo enggak akan hadapi. Kami anggap itu sebagai kepanikan. Untuk apa kita menari di atas gendang orang lain. Mereka ini kan seolah-olah mengajak kami menari di atas gendang mereka, tapi kami tidak mau," tuntas dia.
Sebelumnya, Capres Prabowo Subianto diminta menyampaikan keberatan secara langsung terhadap pernyataan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menyangkut surat pemberhentian di sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan kasus penculikan sejumlah aktivis medio akhir 1997 hingga awal 1998.
Wiranto berharap keterangan persnya yang disampaikan beberapa waktu lalu terkait Prabowo Subianto tidak menuai reaksi berlebihan dari para pendukung pasangan cares nomor urut 1 tersebut.
"Sebenarnya penjelasan yang saya berikan sangat proporsional. Setelah itu kalau tidak setuju, tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh beliau-beliau itu saya kira Pak Prabowo bisa menyampaikan keberatan kepada saya," ujar Wiranto, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 24 Juni 2014
Wiranto mengklaim, keterangan persnya beberapa waktu lalu yang disampaikan adalah berdasarkan fakta. Maka itu pimpinan partai politik (parpol) salah satu pendukung Jokowi-JK ini menolak dianggap sebagai kampanye hitam untuk menyerang Prabowo.
Deputi Relawan Tim Kamnas Prabowo-Hatta, Idrus Sambo mengatakan, hal tersebut sengaja dilakukan Wiranto untuk memancing agar Prabowo mengeluarkan pernyataan. Namun, nyatanya Prabowo tidak akan menanggapi hal itu.
"Jadi istilahnya tim kami yang akan berbicara. Pak Prabowo tidak. Kita yang keberatan karena itu bagian dari black campaign. Akan merendahkan Prabowo jika dia sendiri yang hadapi hal ini," ujarnya kepada Sindonews di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa 24 Juni 2014 malam.
Tidak menganggap tantangan ini sebagai masalah personal, lantas, Idrus mengatakan pihaknya akan memilih jalur formal, yaitu melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Apapun keputusan Bawaslu, pihaknya akan menghargai.
"Ya, kami tidak akan hadapi langsung. Kita pilih jalur formal yang ada, yaitu melalui Bawaslu. Itu bagian dari langkah hukum. Kita kan tahu KPU telah melakukan verifikasi terhadap para calon presiden," tandasnya.
Ia menilai, pernyataan Wiranto terkait tuduhan Prabowo terlibat penculikan aktivis sebagai bagian dari black campaign. Selain itu, pernyataan Wiranto juga telah membantah keputusan KPU yang telah menyatakan Prabowo terbebas dari pelanggaran HAM masa lalu.
"Secara personal Prabowo enggak akan hadapi. Kami anggap itu sebagai kepanikan. Untuk apa kita menari di atas gendang orang lain. Mereka ini kan seolah-olah mengajak kami menari di atas gendang mereka, tapi kami tidak mau," tuntas dia.
Sebelumnya, Capres Prabowo Subianto diminta menyampaikan keberatan secara langsung terhadap pernyataan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menyangkut surat pemberhentian di sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan kasus penculikan sejumlah aktivis medio akhir 1997 hingga awal 1998.
Wiranto berharap keterangan persnya yang disampaikan beberapa waktu lalu terkait Prabowo Subianto tidak menuai reaksi berlebihan dari para pendukung pasangan cares nomor urut 1 tersebut.
"Sebenarnya penjelasan yang saya berikan sangat proporsional. Setelah itu kalau tidak setuju, tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh beliau-beliau itu saya kira Pak Prabowo bisa menyampaikan keberatan kepada saya," ujar Wiranto, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 24 Juni 2014
Wiranto mengklaim, keterangan persnya beberapa waktu lalu yang disampaikan adalah berdasarkan fakta. Maka itu pimpinan partai politik (parpol) salah satu pendukung Jokowi-JK ini menolak dianggap sebagai kampanye hitam untuk menyerang Prabowo.
(kri)