BNN: Mahasiswa Harus Diselamatkan dari Narkoba
Selasa, 24 Juni 2014 - 23:29 WIB
BNN: Mahasiswa Harus Diselamatkan dari Narkoba
A
A
A
JAKARTA - Penyalahgunaan narkoba semakin marak terjadi di kalangan mahasiswa. Hal ini membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar melakukan upaya pencegahan agar mahasiswa sebagai pemegang tongkat kepemimpinan bangsa terlindungi dari peredaran gelap narkoba.
Kasi Diseminasi Informasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Diah Hariani Surtikanti mengatakan mahasiswa harus diselamatkan dari peredaran gelap narkoba. Sebab, penerus pembangunan bangsa harus bebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Tidak dapat dibayangkan apabila mahasiswa sudah menjadi pengguna narkoba. Pasti negara ini hancur," tegas Diah dalam diskusi di Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia (STAINDO), Klender, Jakarta Timur, Senin (23/6/2014).
Karena itu, BNN meminta partisipasi aktif semua pemangku kepentingan untuk bahu-membahu menyelamatkan pecandu narkoba sebagai upaya pencegahan.
"BNN telah menggandeng berbagai perguruan tinggi agar mereka memiliki program pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus masing-masing."
"Jadi BNN mendorong agar setiap kampus memiliki kader anti penyalahgunaan, serta aturan yang tegas apabila ada mahasiswa yang menjadi pengguna atau pengedar narkoba," lanjutnya.
Menurut dia, jika mahasiswa mengkonsumsi narkoba maka akan terjadi kerusakan otak dan fisik. Dia mengaku, memerlukan waktu yang lama untuk pemulihannya. "Oleh karena jangan sekali-kali bersentuhan dengan narkoba," ajak Diah.
Sementara, Dosen STAINDO Ahmad Syukron menjelaskan, butuh dukungan yang kuat dari semua pihak agar Indonesia bebas dari peredaran gelap narkoba.
"Persoalan penyalahgunaan sudah sangat menggurita dan menjadi ancaman yang sangat serius bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Kalau kita tidak bersama-sama untuk mencegahnya, saya khawatir kita mewarisi generasi muda yang tidak berkualitas. Bangsa Indonesia akan semakin jauh tertinggal dengan negara lain," tandas Ahmad.
Kasi Diseminasi Informasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Diah Hariani Surtikanti mengatakan mahasiswa harus diselamatkan dari peredaran gelap narkoba. Sebab, penerus pembangunan bangsa harus bebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Tidak dapat dibayangkan apabila mahasiswa sudah menjadi pengguna narkoba. Pasti negara ini hancur," tegas Diah dalam diskusi di Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia (STAINDO), Klender, Jakarta Timur, Senin (23/6/2014).
Karena itu, BNN meminta partisipasi aktif semua pemangku kepentingan untuk bahu-membahu menyelamatkan pecandu narkoba sebagai upaya pencegahan.
"BNN telah menggandeng berbagai perguruan tinggi agar mereka memiliki program pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus masing-masing."
"Jadi BNN mendorong agar setiap kampus memiliki kader anti penyalahgunaan, serta aturan yang tegas apabila ada mahasiswa yang menjadi pengguna atau pengedar narkoba," lanjutnya.
Menurut dia, jika mahasiswa mengkonsumsi narkoba maka akan terjadi kerusakan otak dan fisik. Dia mengaku, memerlukan waktu yang lama untuk pemulihannya. "Oleh karena jangan sekali-kali bersentuhan dengan narkoba," ajak Diah.
Sementara, Dosen STAINDO Ahmad Syukron menjelaskan, butuh dukungan yang kuat dari semua pihak agar Indonesia bebas dari peredaran gelap narkoba.
"Persoalan penyalahgunaan sudah sangat menggurita dan menjadi ancaman yang sangat serius bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Kalau kita tidak bersama-sama untuk mencegahnya, saya khawatir kita mewarisi generasi muda yang tidak berkualitas. Bangsa Indonesia akan semakin jauh tertinggal dengan negara lain," tandas Ahmad.
(kri)