Kesaksian Eks Danpuspom ABRI Terkait Tim Mawar & DKP

Senin, 23 Juni 2014 - 20:20 WIB
Kesaksian Eks Danpuspom...
Kesaksian Eks Danpuspom ABRI Terkait Tim Mawar & DKP
A A A
JAKARTA - Mantan Danpuspom ABRI Mayjen (Purn) Djasri Marin, mendatangi Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kehadiran Djasri sebagai saksi atas pernyataan Wiranto terkait hasil rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) menyangkut status pemberhentian Prabowo Subianto sebagai Danjen Kopassus.

Menurut Djasri, secara pribadi dirinya menolak istilah pemecatan. Pasalnya, kata pemecatan dianggap umum. Dia menyatakan, akan memberikan kesaksian kepada Bawaslu terkait apa yang diketahui dan dialami saat itu.

"Yang ada itu adalah, diberhentikan ada dua macam. Diberhentikan secara terhormat atau tidak terhormat. Sesuai keputusan presiden, dia (Prabowo) diberhentikan dengan hormat. Selesai. Itu yang saya pegang," ujar Djasri di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Djasri melanjutkan, ada dua alasan kuat kenapa Prabowo Subianto tidak terlibat penculikan sejumlah aktivis. Pertama, perintah sebenarnya yang dilakukan 11 tim mawar adalah penangkapan dan penahanan terhadap sejumlah aktivis medio tahun 1998.

"Kedua tentu dia adalah karena melampaui kewenangannya menghilangkan kemerdekaan orang lain, begitu," ungkapnya.

Djasri menolak tegas jika Prabowo sewaktu menjabat Danjen Kopassus telah memerintahkan sejumlah pasukannya untuk menculik para aktivis. Maka itu, kehadirannya di Bawaslu untuk turut serta memberikan kesaksian terkait tuduhan penculikan yang dilontarkan ketua umum Hanura, Wiranto.

"Kenapa dia sampai ke DKP pada saat itu, karena pidana tidak ditemukan di tempat saya. Tentu pada saat itu diadakanlah dewan kehormatan," tambahnya.
(maf)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved