Rekapitulasi Berjenjang Celah Kecurangan di Pilpres 2014

Senin, 23 Juni 2014 - 17:42 WIB
Rekapitulasi Berjenjang...
Rekapitulasi Berjenjang Celah Kecurangan di Pilpres 2014
A A A
JAKARTA - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mencatat, potensi kecurangan bisa terjadi saat penghitungan suara di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, yang dilakukan secara berjenjang.

JPPR menilai, penghitungan dan rekapitulasi suara dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai kecamatan dan kabupaten kota sangat rawan dimanipulasi.

Sebab, penghitungan dengan model berjenjang baru diterapkan pada pilpres sekarang. Sedangkan di Pilpres 2004 dan Pilpres 2009 langsung dihitung di tingkat kecamatan

"Ketika diterapkan di 2014 ternyata beda. Justru sebaliknya, rekap di desa dan kecamatan untuk merubah suara bukan memerbaiki suara," kata Deputi Koordinator JPPR, Masykurudin Hafidz, saat jumpa pers di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Belajar dari pengalaman Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, katanya, perubahan suara bisa terjadi dari tingkat kelurahan atau desa ke tingkat kecamatan.

Masykur menilai, potensi itu bisa terulang saat penghitungan dan rekapitulasi pilpres dilakukan. Apalagi, imbuh Masykur jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan Pilpres digelar dua putaran.

Catatan JPPR, potensi tersebut lebih besar terjadi di Pilpres ketimbang di pemilu legislatif. "Kalau dua putaran, maka salah satu akan mengejar kemenangan itu," ucapnya.

"Potensi perubahan suara berjenjang akan dilakukan sejak awal di desa dan kecamatan. Kalau kita lihat lembaga survei, perolehan mereka kan tipis," ungkapnya.

JPPR dalam memantau pergerakan penghitungan dan rekapitulasi berjenjang akan memfokuskan di tingkat TPS sampai kecamatan. Masykur menyatakan, untuk tiap desa akan ditunjuk satu koordinator yang bertugas mengumpulkan informasi sebelum dilaporkan ke Pengawas Pemilu (Panwaslu) di lapangan, jika ditemukan kecurangan.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Besok Polisi Limpahkan...
Besok Polisi Limpahkan Don Ritto dan Barang Bukti ke Kejagung
12 Kapolda Lulusan Akpol...
12 Kapolda Lulusan Akpol 1994 Teman Satu Angkatan Kakortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto
Prabowo Minta Pembenahan...
Prabowo Minta Pembenahan Program MBG Dilakukan Cermat, Termasuk Anggaran per Porsi
Sikapi Sidang Praperadilan...
Sikapi Sidang Praperadilan Roy Suryo, Rismon: Dugaan Rekayasa Digital Bisa Dibuktikan Tanpa Saksi Mata
Profil Rudi Setiawan,...
Profil Rudi Setiawan, Lulusan Akpol 1993 yang Dilantik sebagai Irjen Kementerian Imipas
Amien Desak Prabowo...
Amien Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved