Kata Pengamat tentang Pernyataan Wiranto soal Prabowo
Sabtu, 21 Juni 2014 - 06:23 WIB
Kata Pengamat tentang Pernyataan Wiranto soal Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Mantan Panglima ABRI Jenderal Purn Wiranto pada Kamis 19 Juni lalu memberikan pernyataan berbagai hal terkait Prabowo Subianto. Di antaranya tentang dasar pemberhentian Prabowo dari TNI dan mengaitkannya dengan kasus penculikan aktivis pada 1998.
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menilai apa yang dilakukan Wiranto merupakan kampanye negatif. "Wiranto punya penafsiran sendiri terhadap fakta. Isu ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap tren elektabilitas Prabowo yang naik," ujarnya kepada Sindonews, Jumat 20 Juni 2014 malam.
Agung mengatakan ada tiga faktor pernyataan Wiranto tidak mempengaruhi elektabilitas Prabowo. Pertama, isu tersebut sudah diulang-ulang dan saat ini pernyataan Wiranto hanya mengonfirmasi. "Tidak ada temuan baru," kata Agung.
Kedua, kata dia, ada tafsir lain atas fakta seputar tentang pemberhentian Prabowo. Para purnawirawan jenderal yang berada di belakang Prabowo menafsirkan fakta itu dari sudut pandang yang berbeda yang akan buat publik menjadi simpatik.
Dia melanjutkan, faktor ketiga ialah posisi Wiranto sebagai Panglima ABRI pada kasus Mei 98, Semanggi 1 dan 2 membuatnya juga mudah diserang sebagai konsekuensi tanggung jawab seorang panglima.
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menilai apa yang dilakukan Wiranto merupakan kampanye negatif. "Wiranto punya penafsiran sendiri terhadap fakta. Isu ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap tren elektabilitas Prabowo yang naik," ujarnya kepada Sindonews, Jumat 20 Juni 2014 malam.
Agung mengatakan ada tiga faktor pernyataan Wiranto tidak mempengaruhi elektabilitas Prabowo. Pertama, isu tersebut sudah diulang-ulang dan saat ini pernyataan Wiranto hanya mengonfirmasi. "Tidak ada temuan baru," kata Agung.
Kedua, kata dia, ada tafsir lain atas fakta seputar tentang pemberhentian Prabowo. Para purnawirawan jenderal yang berada di belakang Prabowo menafsirkan fakta itu dari sudut pandang yang berbeda yang akan buat publik menjadi simpatik.
Dia melanjutkan, faktor ketiga ialah posisi Wiranto sebagai Panglima ABRI pada kasus Mei 98, Semanggi 1 dan 2 membuatnya juga mudah diserang sebagai konsekuensi tanggung jawab seorang panglima.
(dam)