Wimar Dinilai Ingin Jatuhkan Sosok Prabowo
Sabtu, 21 Juni 2014 - 05:43 WIB
Wimar Dinilai Ingin Jatuhkan Sosok Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Tindakan Wimar Witoelar yang memasang foto bergambar Calon Presiden Prabowo Subianto beserta pimpinan partai Koalisi Merah Putih dengan latar belakang beberapa pelaku kasus terorisme terus dipertanyakan.
Wimar yang dikenal sebagai kolumnis media massa dan juru bicara kepresidenan era Gus Dur itu dinilai sedang berusaha memunculkan kesan Prabowo dan pendukunganya sebagai kelompok yang tidak baik.
"Seolah-olah ini kelompok yang tidak baik ya, kelompok orang yang dianggap tidak baik di masyarakat," ujar Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi kepadaSindonews di Djakarta Theater, Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat 20 Juni 2014 malam.
Dia menilai pemasangan foto itu sebagai sesuatu yang dipaksakan untuk menjatuhkan Prabowo-Hatta. "Pemasangan itu kan memaksakan. Seolah-olah Bapak Prabowo itu adalah kelompok yang seperti itu (teroris). Ya jelas tidak lah begitu," tuturnya.
Kendati demikian, Suhardi mengaku enggan untuk menyikapi secara serius perbuatan Wimar. "Kami kan sudah lulus di KPU, sudah lulus seleksi. Kita harus adu program bagaimana sih memakmurkan masyarakat kita ini," ungkapnya.
Belum lama ini kolumnis media massa Wimar Witoelar memposting sebuah foto di akun Facebook dan Twitter, berupa foto yang memerlihatkan Prabowo Subianto beserta para elite Koalisi Merah Putih dengan latar belakang para pelaku terorisme beserta Presiden Soeharto, serta Osama bin Laden.
Di bagian bawah foto itu, terpampang logo partai dan beberapa ormas Islam. Di antaranya adalah Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Wimar yang dikenal sebagai kolumnis media massa dan juru bicara kepresidenan era Gus Dur itu dinilai sedang berusaha memunculkan kesan Prabowo dan pendukunganya sebagai kelompok yang tidak baik.
"Seolah-olah ini kelompok yang tidak baik ya, kelompok orang yang dianggap tidak baik di masyarakat," ujar Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi kepadaSindonews di Djakarta Theater, Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat 20 Juni 2014 malam.
Dia menilai pemasangan foto itu sebagai sesuatu yang dipaksakan untuk menjatuhkan Prabowo-Hatta. "Pemasangan itu kan memaksakan. Seolah-olah Bapak Prabowo itu adalah kelompok yang seperti itu (teroris). Ya jelas tidak lah begitu," tuturnya.
Kendati demikian, Suhardi mengaku enggan untuk menyikapi secara serius perbuatan Wimar. "Kami kan sudah lulus di KPU, sudah lulus seleksi. Kita harus adu program bagaimana sih memakmurkan masyarakat kita ini," ungkapnya.
Belum lama ini kolumnis media massa Wimar Witoelar memposting sebuah foto di akun Facebook dan Twitter, berupa foto yang memerlihatkan Prabowo Subianto beserta para elite Koalisi Merah Putih dengan latar belakang para pelaku terorisme beserta Presiden Soeharto, serta Osama bin Laden.
Di bagian bawah foto itu, terpampang logo partai dan beberapa ormas Islam. Di antaranya adalah Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
(dam)