Bawaslu Diminta Usut Penyebaran Buku Soal Jokowi

Jum'at, 20 Juni 2014 - 16:41 WIB
Bawaslu Diminta Usut...
Bawaslu Diminta Usut Penyebaran Buku Soal Jokowi
A A A
JAKARTA - Tim advokasi pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera mengusut buku berjudul 10 Alasan Memilih Joko Widodo. Buku tersebut diduga bentuk kampanye hitam (black campaign) yang sengaja disebarkan kepada masyarakat.

Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman mengatakan, tim advokasi meminta sikap Bawaslu untuk mengusut dugaan peredaran buku tersebut yang dianggap meresahkan masyarakat di tingkat bawah. Sebab, buku itu dinilai sangat provokatif dan penuh kebohongan.

"Kami berharap agar Bawaslu bisa berkoordinasi dengan aparat keamanan menangkap pelaku penyebaran buku itu," ujarnya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Sebelumnya, Tim advokasi pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa resmi melaporkan buku tersebut ke Bawaslu. Buku tersebut diduga bentuk kampanye hitam yang sengaja disebarkan kepada masyarakat.

"Buku tersebut secara gamblang mengidentikkan Gerindra dengan kelompok Wahabi Salafi yang dianggap terlibat dalam berbagai aksi terorisme di seluruh dunia," tandasnya.

Meski tidak ditemukan secara jelas siapa penulis dan penerbit buku tersebut, tetapi tim advokasi mengidentifikasi dugaan penulis sekaligus penerbit buku berasal dari organisasi atau penerbit Bravo-5. Bravo-5 tertulis dibelakang sampul buku.

"Hasil penelusuran kami di internet menunjukkan Tim Bravo-5 adalah tim yang dibentuk tim Jokowi-JK untuk menangkal isu sara," ungkapnya.

Habib mengungkapkan, peredaran buku berjudul 10 Alasan Memilih Joko Widodo ditemukan relawan Prabowo-Hatta di lapangan. Buku tersebut diduga sengaja diedarkan di kawasan terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur dan di Kota Bekasi, Jawa Barat.
(kri)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Kasus Gratifikasi di...
Kasus Gratifikasi di Kukar, KPK Panggil Japto S Soerjosoemarno hingga Rita Widyasari
Dudung Ungkap Alasan...
Dudung Ungkap Alasan Dadan Dicopot karena Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Hari Pertama Penyaluran,...
Hari Pertama Penyaluran, TASPEN Sukses Transfer Gaji ke-13 untuk 99% Peserta Pensiun
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidang, Ini Respons Pengacara Jokowi
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved