Publik Diminta Tidak Terprovokasi Aksi Wimar
Kamis, 19 Juni 2014 - 18:52 WIB
Publik Diminta Tidak Terprovokasi Aksi Wimar
A
A
A
JAKARTA - Tim Kampanye Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh gambar yang ditunjukkan Wimar Witoelar di jejaring sosial.
"Kalau Wimar itu kan spesialis kaya gitu. Dia bareng sama saya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Siapa yang enggak tahu siapa Wimar. Ya begitulah Wimar," ujar Direktur Komunikasi Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Didik Haryanto di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).
Menurut Didik, apa yang dilakukan Wimar ini bukan kali pertama. Dia menilai Wimar selalu membuat sensasi setiap masa kampanye presiden. "Kalau yang ngomong Wimar kita mau apa. Setiap lima tahunan kan dia akting seperti itu, kita hargailah orang dia senengnya kayak gitu. Ini kan pesta demokrasi, orang mau dandan kaya apa saja, hayuk," ujarnya.
Apakah Wimar melakukan kampanye hitam? Didik menyerahkan masyarakat menilai apa yang dilakukan mantan juru bicara kepresidenan era Gus Dur itu. "Menurut Anda bagaimana. Kalau orang dituduh teroris, enggak ada buktinya teroris, apa iya bener, kan begitu saja. Kalau kamiteroris pasti sudah ditangkap Densus 88 sejak lama. Tapi itulah Wimar. Jawaban paling pas itu. Wimar itu tiap tahun legendanya kayak begini. Enggak usah serius-serius banget tanggapi Wimar," tuturnya.
Nama Wimar Witoelar tiba-tiba mencuat di tengah hiruk pikuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Pada akun Twitter-nya, Wimar memasang foto Capres Prabowo Subianto dan sejumlah pihak pendukungnya dengan latar foto para terpidana mati teroris bersama mantan Presiden Soeharto dan Osama bin Laden.
Hal ini menyulut prokontra. Sejumlah pemilik akun Twitter, banyak memprotes dan akun Wimar, Kamis (19/6/2014).
"Kalau Wimar itu kan spesialis kaya gitu. Dia bareng sama saya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Siapa yang enggak tahu siapa Wimar. Ya begitulah Wimar," ujar Direktur Komunikasi Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Didik Haryanto di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).
Menurut Didik, apa yang dilakukan Wimar ini bukan kali pertama. Dia menilai Wimar selalu membuat sensasi setiap masa kampanye presiden. "Kalau yang ngomong Wimar kita mau apa. Setiap lima tahunan kan dia akting seperti itu, kita hargailah orang dia senengnya kayak gitu. Ini kan pesta demokrasi, orang mau dandan kaya apa saja, hayuk," ujarnya.
Apakah Wimar melakukan kampanye hitam? Didik menyerahkan masyarakat menilai apa yang dilakukan mantan juru bicara kepresidenan era Gus Dur itu. "Menurut Anda bagaimana. Kalau orang dituduh teroris, enggak ada buktinya teroris, apa iya bener, kan begitu saja. Kalau kamiteroris pasti sudah ditangkap Densus 88 sejak lama. Tapi itulah Wimar. Jawaban paling pas itu. Wimar itu tiap tahun legendanya kayak begini. Enggak usah serius-serius banget tanggapi Wimar," tuturnya.
Nama Wimar Witoelar tiba-tiba mencuat di tengah hiruk pikuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Pada akun Twitter-nya, Wimar memasang foto Capres Prabowo Subianto dan sejumlah pihak pendukungnya dengan latar foto para terpidana mati teroris bersama mantan Presiden Soeharto dan Osama bin Laden.
Hal ini menyulut prokontra. Sejumlah pemilik akun Twitter, banyak memprotes dan akun Wimar, Kamis (19/6/2014).
(dam)