Jelang Debat Sesi 3, Jokowi Terlalu Berorientasi Domestik
Kamis, 19 Juni 2014 - 07:03 WIB
Jelang Debat Sesi 3, Jokowi Terlalu Berorientasi Domestik
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto dinilai lebih meyakinkan dibandingkan lawannya Capres nomor urut 2 Joko Widodo di debat capres sesi tiga. Pasalnya, tema tentang ketahanan nasional dan politik internasional bukan yang asing bagi Prabowo.
"Saya kira Prabowo lebih bisa meyakinkan publik dalam isu ini. Prabowo lebih bisa mengartikulasikan tema itu dengan sangat baik. Saya kira Prabowo akan unggul untuk tema yang satu ini," ujar Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Pertahanan Indonesia Bantarto Bandoro ketika dihubungi Sindonews, Kamis (19/6/2014).
Menurutnya, dari berbagai hal yang disampaikan Jokowi ke publik, isu ketahanan nasional dan politik internasional hampir tak pernah terdengar disinggung.
"Jokowi lebih berorientasi domestik, penguatan sistem domestik baik ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Dia sedikit melupakan masalah pertahananan dan politik internasional yang tidak bisa dikesampingkan juga penting," jelasnya.
Karena itu, ia meragukan Jokowi bisa berbicara banyak dalam tema ketahanan nasional dan politik internasional. Apalagi, pesaingnya adalah Prabowo yang merupakan orang militer dan memiliki pengalaman yang baik di bidang ketahanan nasional dan internasional.
"Saya kira Jokowi tidak akan mendapat skor bagus untuk tema ini. Sebab, Jokowi yang tidak terlalu vokal dalam masalah ini," pungkasnya.
Sebelumnya, KPU telah menunjuk Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana sebagai moderator pada acara Debat Ketiga sesi ketiga ini.
KPU pun telah menunjuk tim ahli yang akan menyusun daftar pertanyaan untuk calon presiden pada acara debat capres sesi ketiga di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 22 Juni mendatang.
"Saya kira Prabowo lebih bisa meyakinkan publik dalam isu ini. Prabowo lebih bisa mengartikulasikan tema itu dengan sangat baik. Saya kira Prabowo akan unggul untuk tema yang satu ini," ujar Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Pertahanan Indonesia Bantarto Bandoro ketika dihubungi Sindonews, Kamis (19/6/2014).
Menurutnya, dari berbagai hal yang disampaikan Jokowi ke publik, isu ketahanan nasional dan politik internasional hampir tak pernah terdengar disinggung.
"Jokowi lebih berorientasi domestik, penguatan sistem domestik baik ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Dia sedikit melupakan masalah pertahananan dan politik internasional yang tidak bisa dikesampingkan juga penting," jelasnya.
Karena itu, ia meragukan Jokowi bisa berbicara banyak dalam tema ketahanan nasional dan politik internasional. Apalagi, pesaingnya adalah Prabowo yang merupakan orang militer dan memiliki pengalaman yang baik di bidang ketahanan nasional dan internasional.
"Saya kira Jokowi tidak akan mendapat skor bagus untuk tema ini. Sebab, Jokowi yang tidak terlalu vokal dalam masalah ini," pungkasnya.
Sebelumnya, KPU telah menunjuk Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana sebagai moderator pada acara Debat Ketiga sesi ketiga ini.
KPU pun telah menunjuk tim ahli yang akan menyusun daftar pertanyaan untuk calon presiden pada acara debat capres sesi ketiga di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 22 Juni mendatang.
(kri)