Prabowo Diprediksi Unggul 17% dari Jokowi di Jabar
Selasa, 17 Juni 2014 - 15:56 WIB
Prabowo Diprediksi Unggul 17% dari Jokowi di Jabar
A
A
A
JAWA BARAT - Hasil survei Rectroverso Institute menunjukkan elektabilitas atau tingkat keterpilihan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul 17 % dari Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Jawa Barat.
Jumlah tersebut diperoleh dari survei yang digelar sejak 6-14 Juni 2014 di 26 kabupaten/kota, 80 kecamatan, atau 400 rukun tetangga se-Jabar dengan margin error mencapai 3,5%.
Peneliti Rectroverso Institute, Zaenal Arifin mengatakan dari hasil survei elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai 55,64%. Sementara pasangan Jokowi-JK hanya mendapat 38,73% atau selisih sekira 17%.
“Sisanya 5,64% adalah undecided voters atau mereka adalah orang-orang yang belum menentukan pilihan,” katanya, Selasa (17/6/2014)
Menrut dia, para pemilih Prabowo-Hatta rata-rata menjatuhkan pilihannya lantaran pasangan nomor urut satu tersebut dianggap mampu memimpin Indonesia. “Masyarakat Jabar ini cenderung independen dan realistis dalam memilih capres. Mereka akan mempertimbangkan figur yang merakyat, tegas, jujur, menguasai masalah bangsa, dan berpengalaman,” tuturnya.
Menurut dia, dari hasil survei juga didapat fakta masyarakat saat ini tidak melihat kandidat dari partai pengusung melainkan langsung dari sosok atau figur capres-cawapres.
Zaenal mengatakan, 15% dari responden menyatakan bisa saja berpaling pada pasangan lain. Namun hal itu tergantung dari teknik kampanye yang dilakukan para kandidat selama 3 minggu ke depan.
“Alasannya antara lain jiga kandidat memberikan sesuatu (money politics), visi dan misi yang menarik perhatian terutama yang menyangkut hati nurani serta isu negatif terhadap pasangan calon atau black campaign,” tuturnya.
Dia menyarankan tim sukses capres dan cawapres menetralisasi isu negatif dan bergerak dengan cara menyambangi daerah yang kemungkinan terkena dampak isu negatif untuk menaikan atau mempertahankan elektabilitas.
Jumlah tersebut diperoleh dari survei yang digelar sejak 6-14 Juni 2014 di 26 kabupaten/kota, 80 kecamatan, atau 400 rukun tetangga se-Jabar dengan margin error mencapai 3,5%.
Peneliti Rectroverso Institute, Zaenal Arifin mengatakan dari hasil survei elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai 55,64%. Sementara pasangan Jokowi-JK hanya mendapat 38,73% atau selisih sekira 17%.
“Sisanya 5,64% adalah undecided voters atau mereka adalah orang-orang yang belum menentukan pilihan,” katanya, Selasa (17/6/2014)
Menrut dia, para pemilih Prabowo-Hatta rata-rata menjatuhkan pilihannya lantaran pasangan nomor urut satu tersebut dianggap mampu memimpin Indonesia. “Masyarakat Jabar ini cenderung independen dan realistis dalam memilih capres. Mereka akan mempertimbangkan figur yang merakyat, tegas, jujur, menguasai masalah bangsa, dan berpengalaman,” tuturnya.
Menurut dia, dari hasil survei juga didapat fakta masyarakat saat ini tidak melihat kandidat dari partai pengusung melainkan langsung dari sosok atau figur capres-cawapres.
Zaenal mengatakan, 15% dari responden menyatakan bisa saja berpaling pada pasangan lain. Namun hal itu tergantung dari teknik kampanye yang dilakukan para kandidat selama 3 minggu ke depan.
“Alasannya antara lain jiga kandidat memberikan sesuatu (money politics), visi dan misi yang menarik perhatian terutama yang menyangkut hati nurani serta isu negatif terhadap pasangan calon atau black campaign,” tuturnya.
Dia menyarankan tim sukses capres dan cawapres menetralisasi isu negatif dan bergerak dengan cara menyambangi daerah yang kemungkinan terkena dampak isu negatif untuk menaikan atau mempertahankan elektabilitas.
(dam)