BEM UI Tantang Capres Tanda Tangan Kontrak Politik

Senin, 16 Juni 2014 - 23:05 WIB
BEM UI Tantang Capres...
BEM UI Tantang Capres Tanda Tangan Kontrak Politik
A A A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyelesaikan draf kontrak politik yang akan ditawarkan kepada calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Mahasiswa mendesak kedua pasangan capres dan cawapres menandatangani kontrak politik tersebut.

Ketua BEM UI Ivan Riansa mengatakan satu hal yang penting dalam kontrol masyarakat terhadap presiden dan wakil presiden adalah melalui kesepakatan - kesepakatan yang dibuat oleh masyarakat sendiri dan disetujui oleh presiden dan wakil presiden terpilih nantinya.

Komitmen mahasiswa dalam mengawal Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 merupakan sebuah harga mati, sebagai salah satu stakeholder bangsa.

"Ini adalah bentuk komitmen BEM UI, kesepakatan itu berbentuk kontrak politik. Mengawal pilpres caranya dengan menantang capres dan cawapres untuk berdialog secara akademis dengan mahasiswa dan menandatangani kontrak politik yang kami ajukan," tutur Ivan di Gedung Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Senin (16/06/2014).

Ivan menambahkan ada enam bidang yang diajukan menjadi poin kontrak politik, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, korupsi, energi, HAM, dan riset.

"Keenam bidang itu telah kami kaji secara mendalam. Kontrak politik ini hadir dilatarbelakangi dengan kajian yang cukup komprehensif yang dilakukan oleh mahasiswa," ungkapnya.

Ada delapan kontrak politik, di antaranya membenahi infrastruktur pendidikan di daerah terpencil dan terluar dengan meningkatkan dana alokasi khusus (DAK) dalam anggaran pendidikan, melakukan harmonisasi aturan dan percepatan implementasi tata kelola pemerintah terbuka di seluruh lembaga pemerintah, merealisasikan pembangunan proyek PLTU 10.000 MWV dan SPBG secara masif, untuk mengurangi konsumsif minyak bumi.

Selain itu memberikan privilege kepada BUMN/NOC untuk mengambil alih blok - blok migas yang akan atau telah habis masa kontraknya. Presiden juga diminta segera mengaksesi Framework Conventiont to Tobacco Control (FCTC) maksimal bulan Desember 2014.Menaikan anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari APBN sesuai amanat UU Kesehatan No 36 tahun 2009 pasal 17 mulai tahun 2015.

Kemudian, menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu secara berkeadilan, serta menaikan anggaran riset nasional menjadi minimal 2 persen dalam kurun waktu masa jabatan presiden.

"Kedelapan tuntutan kontrak politik ini akan terus kami kawal, 18 Juni 2014 kami akan mengundang timses capres dan cawapres berdiskusi dan debat akademis terkait kontrak politik ini," tutur Ivan.
(dam)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Titi Anggraini: Tak...
Titi Anggraini: Tak Libatkan Parpol Nonparlemen Bahas RUU Pemilu Tindakan Inkonstitusional
Polemik Kabinet Bayangan,...
Polemik Kabinet Bayangan, Pengamat Menyoroti Mekanisme Kritik dalam Demokrasi
Di Forum ASEAN, Indonesia...
Di Forum ASEAN, Indonesia Perkuat Kepemimpinan Pengelolaan Hutan Lestari
Zainal Arifin Usul Ambang...
Zainal Arifin Usul Ambang Batas Parlemen Dihitung Pakai Basis Kemenangan Partai di Daerah
Antisipasi El Nino Godzilla,...
Antisipasi El Nino Godzilla, Perlu Langkah Cepat Cegah Karhutla dengan Kampanye Masif
Prabowo Panggil Menhut...
Prabowo Panggil Menhut hingga Kepala BMKG, Bahas Karhutla Musim Kemarau
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved