Elektabilitas Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK Makin Ketat
Minggu, 15 Juni 2014 - 14:47 WIB
Elektabilitas Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK Makin Ketat
A
A
A
JAKARTA - Pusat Kajian Kebijakan & Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis hasil survei capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Berdasarkan survei, elektabilitas kedua capres semakin ketat.
Hasil survei yang dilakukan Puskaptis per tanggal 6-12 Juni 2014 itu menunjukkan, Prabowo-Hatta makin mendapatkan respon positif di 33 provinsi, yakni 44,64%. Jokowi-JK meraup 42,79%. Sementara, pemilih yang belum menentukan sikap tapi akan memilih (swing voters) mencapai 12,39%.
Direktur Puskaptis Husin Yazid menyebutkan, dari hari ke hari, elektabilitas Prabowo-Hatta terus meningkat. Sebaliknya, Jokowi-JK cenderung stagnan.
"Prabowo-Hatta unggul sekitar 1,67%. Data ini menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut satu tersebut memasuki fase tren positif (naik) sekitar 5,36%. Sedangkan Jokowi-JK mulai stagnan dan cenderung masuk ke fase tren negatif (turun) sekitar 1,75%," papar Husin, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Dari hasil survei di antara pulau-pulau besar di Indonesia, Prabowo unggul di Jawa, Sumatera, Bali, dan NTT. Sedangkan Jokowi-JK unggul di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
"Pemilih terbanyak ada di Jawa, di mana elektabilitas Prabowo-Hatta terus naik sebesar 5,65%. Sebaliknya, elektabilitas Jokowi-JK di Jawa justru menurun sebesar 2,75%," ujar Husin.
Menyangkut alasan masyarakat memilih Prabowo, berdasarkan temuan survei terbaru ini, publik menilai sosok Prabowo sebagai figur yang tegas, berwibawa, berani, pekerja keras, berpengalaman. Figur militer juga masih menjadi harapan ke depan untuk memimpin Indonesia.
Sebaliknya, warga mendukung Jokowi karena kepribadiannya merakyat, bijaksana, sederhana, rendah hati, berprestasi, dan didukung visi misi yang dianggap jelas. "Karena tidak suka dengan figur militer, maka warga beralih mendukung Jokowi-JK," imbuh Husin.
Survei ini diadakan berdasarkan data-data kuantitatif dan kualitatif dengan sampel 2.400 responden, dengan sampling error kurang lebih 1,8% pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil survei yang dilakukan Puskaptis per tanggal 6-12 Juni 2014 itu menunjukkan, Prabowo-Hatta makin mendapatkan respon positif di 33 provinsi, yakni 44,64%. Jokowi-JK meraup 42,79%. Sementara, pemilih yang belum menentukan sikap tapi akan memilih (swing voters) mencapai 12,39%.
Direktur Puskaptis Husin Yazid menyebutkan, dari hari ke hari, elektabilitas Prabowo-Hatta terus meningkat. Sebaliknya, Jokowi-JK cenderung stagnan.
"Prabowo-Hatta unggul sekitar 1,67%. Data ini menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut satu tersebut memasuki fase tren positif (naik) sekitar 5,36%. Sedangkan Jokowi-JK mulai stagnan dan cenderung masuk ke fase tren negatif (turun) sekitar 1,75%," papar Husin, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Dari hasil survei di antara pulau-pulau besar di Indonesia, Prabowo unggul di Jawa, Sumatera, Bali, dan NTT. Sedangkan Jokowi-JK unggul di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
"Pemilih terbanyak ada di Jawa, di mana elektabilitas Prabowo-Hatta terus naik sebesar 5,65%. Sebaliknya, elektabilitas Jokowi-JK di Jawa justru menurun sebesar 2,75%," ujar Husin.
Menyangkut alasan masyarakat memilih Prabowo, berdasarkan temuan survei terbaru ini, publik menilai sosok Prabowo sebagai figur yang tegas, berwibawa, berani, pekerja keras, berpengalaman. Figur militer juga masih menjadi harapan ke depan untuk memimpin Indonesia.
Sebaliknya, warga mendukung Jokowi karena kepribadiannya merakyat, bijaksana, sederhana, rendah hati, berprestasi, dan didukung visi misi yang dianggap jelas. "Karena tidak suka dengan figur militer, maka warga beralih mendukung Jokowi-JK," imbuh Husin.
Survei ini diadakan berdasarkan data-data kuantitatif dan kualitatif dengan sampel 2.400 responden, dengan sampling error kurang lebih 1,8% pada tingkat kepercayaan 95%.
(hyk)