Fadli Zon Sindir JK Soal Permintaan Rumah

Jum'at, 13 Juni 2014 - 19:30 WIB
Fadli Zon Sindir JK...
Fadli Zon Sindir JK Soal Permintaan Rumah
A A A
JAKARTA - Sekretaris tim pemenangan nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fadli Zon mengatakan, jika seorang wakil presiden sudah memiliki rumah, sebenarnya tidak perlu lagi memiliki rumah. Sindiran tersebut untuk mantan wakil presiden yang kini menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK).

"Sebetulnya kalau sudah punya rumah ya untuk apa punya rumah lagi," kata Fadli Zon kepada Sindonews, usai menyambut kedatangan ratusan buruh pendukung Prabowo-Hatta yang melakukan longmarch dari Bandung, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2014).

Sekadar diketahui, hal demikian dikatakannya menanggapi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 Tahun 2014 tentang pengadaan dan standar rumah Bagi mantan presiden atau mantan wakil presiden, yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2 Juni 2014 lalu.

Dalam perpres itu, mantan presiden atau mantan wakil presiden yang berhenti dengan hormat dari jabatannya, diberikan sebuah rumah kediaman yang layak.

"Sebetulnya dulu prinsip adanya rumah dinas, termasuk bagi menteri, itu karena memang ada menteri-menteri yang berasal dari luar kota, luar daerah, luar provinsi, makanya mereka diberikan rumah dinas. Tapi kalau mereka sudah memiliki rumah di Jakarta, sebetulnya tidak perlu lagi rumah dinas," ungkap Fadli Zon yang juga selaku Wakil Ketua umum Partai Gerindra ini.

Kendati demikian, Fadli menilai Perpres Nomor 52 Tahun 2014 itu sebagai sesuatu yang wajar. "Ya kami sih dalam posisi, mantan presiden dan mantan wakil presiden layaklah untuk mendapatkan suatu penghargaan dari negara. Tetapi itu juga menunjukkan bahwa kita memang menghargai pengorbanan dari presiden dan wakil presiden pada waktu masa tertentu," tutur Fadli.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam, menjelaskan Perpres itu dikeluarkan dengan maksud agar JK mendapatkan rumah.

"Yang keluar sekarang itu untuk membela Jusuf Kalla yang keinginannya belum dapat (rumah). Dia pengen dapat rumah yang deket rumahnya dia di Brawijaya (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan) yang harganya tinggi," ujar Dipo Alam di kampus Universitas Pertahanan, Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Kamis 12 Juni 2014.
(maf)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved