Hindari kecurigaan, Bawaslu Perlu Klarifikasi Pertemuan Menteng

Jum'at, 13 Juni 2014 - 06:37 WIB
Hindari kecurigaan,...
Hindari kecurigaan, Bawaslu Perlu Klarifikasi Pertemuan Menteng
A A A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merespons dengan cepat terkait dugaan adanya anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang melakukan pendataan warga terkait Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. Bawaslu dengan sigap memanggil Panglima TNI Jenderal Moeldoko, meski pada akhirnya diwakili oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksda Ade Supandi.

Namun, hal yang sama justru tidak terlihat terkait terungkapnya pertemuan antara Timses Jokowi-JK Trimedya Panjaitan, petinggi Polri yang juga Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Budi Gunawan, dan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di sebuah restoran di Menteng. Bawaslu belum memanggil ketiganya untuk melakukan konfirmasi.

Pemerhati Pemilu dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, dengan tensi tinggi dan ancaman pelanggaran kampanye yang terus muncul di Pilpres 2014, Bawaslu diminta sigap dalam bersikap. Ia juga mengajak publik untuk mendorong kesigapan Bawaslu dalam mencermati berbagai isu sensitif.

"Bawaslu harus mampu menjadi anjing penjaga dalam pelaksanaan kampanye pilpres. Netralitisan, independensi, antidiskriminasi dan berbagai prinsip kerja etis penyelenggara lainnya harus menjadi pijakan Bawaslu, manakala mendengar atau menemukan dugaan pelanggaran yang terjadi," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (13/6/2014).

Terkait pertemuan tripartit tersebut, lanjut dia, Bawaslu bisa meminta klarifikasi dari tiga pihak yang disebut-sebut terlibat. Hal itu dilakukan agar kecurigaan yang muncul bisa segera terjawab.

"Bawaslu juga harus bisa merespons secara bijak kasus-kasus yang muncul. Artinya jika sesuatu sudah menjadi isu di ruang publik terkait dugaan pelanggaran, maka wajib hukumnya Bawaslu mencari tahu apa sesungguhnya yang terjadi," tegas Lucius.

Dengan demikian, tambah dia, publik tak kehabisan energi untuk mendiskusikan sesuatu yang ujung-pangkalnya tidak jelas. Tujuannya agar kebenaran bisa ditegakkan.
(kri)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Dukung Penambahan Jumlah...
Dukung Penambahan Jumlah Polhut, Sahroni: Bukti Komitmen Pemerintah atas Perlindungan Hutan
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Endus Potensi Rekayasa Konstitusi RUU Pemilu: Ada Bahaya yang Mengintai
Ponpes Tambakberas Jadi...
Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Mashum Faqih: Panggilan Para Muassis NU
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Infografis
Hindari Tarif Trump,...
Hindari Tarif Trump, Apple Terbangkan 1,5 Juta iPhone dari India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved